Breaking News:

Daerah Ini Berpotensi Disapu Tsunami 28 Meter, BMKG Ingatkan Masyarakat Siapkan Skenario Terburuk

BMKG mengingatkan masyarakat terutama di Pacitan, Jawa Timur untuk siap-siap menghadapi kemungkinan adanya gempa dan tsunami besar.

Editor: fitriadi
Kompas.com
Pantai Soge, Pacitan, Jawa Timur. Wilayah Pacitan berpotensi diguncang gempa dan tsunami besar, menurut kajian BMKG. 

Mendorong agar skenario terburuk disiapkan, Dwikorita menambahkan informasi bahwa hingga kini tidak ada

teknologi di satu negara mana pun yang mampu memprediksi waktu terjadinya gempa dan tsunami secara tepat dan akurat.

Prediksi gempa dan tsunami hingga kini masih sebatas kajian yang didasarkan pada salah satunya adalah sejarah gempa di wilayah tersebut.

Lebih lanjut, Dwikorita merekomendasikan agar pemda menyiapkan dan menambah jalur-jalur evakuasi lengkap dengan rambu-rambu di zona merah menuju zona hijau.

Pemerintah daerah, lanjutnya, juga harus lebih cermat dan tepat dalam memperhitungkan jumlah dan lokasi jalur evakuasi yang dibutuhkan.

Hal ini harus didasarkan pada luasnya zona bahaya atau zona merah dan padatnya permukiman penduduk.

"Pertimbangannya adalah jarak lokasi tempat evakuasi, waktu datangnya gelombang genangan tsunami, kelayakan

jalur, serta menyiapkan mekanisme dan sarana prasarana evakuasi secara tepat," tuturnya.

Soal skenario terburuk menghadapi bencana, Dwikorita juga meminta adanya

persiapan secara khusus terkait sarana dan prasarana evakuasi bagi kelompok lanjut usia dan difabel.

Kemudian, pemda juga diminta harus mengedukasi masyarakat mengenai potensi bencana dan cara menghadapinya.

Ia menambahkan, perlu ada semacam tempat evakuasi sementara (TES) ataupun

tempat evakuasi akhir (TEA) sebagai tempat penampungan khusus bagi warga yang mengungsi.

Namun, tempat tersebut juga harus dipastikan ketersediaan stok atau cadangan logistik yang memadai.

Hasil monitoring BMKG

Imbauan BMKG untuk mempersiapkan langkah mitigasi bagi masyarakat bukan tanpa alasan.

Berdasarkan hasil monitoring BMKG terhadap aktivitas kegempaan sejak 2008, wilayah selatan Pacitan beberapa kali terbentuk klaster seismisitas aktif.

Meskipun, kluster pusat gempa yang terbentuk, tidak diakhiri dengan terjadinya gempa besar.

Daryono mengatakan, wilayah selatan Pacitan merupakan bagian dari zona aktif gempa di Jawa Timur yang mengalami peningkatan aktivitas kegempaan.

"Di wilayah ini pada beberapa tahun terakhir sering terjadi aktivitas gempa signifikan yang guncangannya dirasakan masyarakat," jelas Daryono.

Potensi magnitudo maksimum gempa megathrust selatan Jawa Timur hasil kajian adalah 8,7.

Nilai magnitudo gempa tersebut oleh tim kajian BMKG, dijadikan sebagai input pemodelan tsunami untuk wilayah Pacitan dengan menggunakan data batimetri dasar laut Samudra Hindia dan data topografi pesisir Kabupaten Pacitan.

"Pemodelan juga sudah menggunakan data tutupan lahan, selanjutnya dilakukan running program pemodelan tsunami sehingga diketahui nilai ketinggian tsunami, zona genangan tsunami dan jauhnya landaan tsunami, serta waktu tiba tsunami di pantai," terang Daryono.

Dari pengukuran potensi itulah, BMKG merumuskan peta bahaya tsunami yang bisa bermanfaat bagi masyarakat sebagai acuan mitigasi.

Upaya penyelamatan warga

Terkait bahaya tsunami, Daryono mengatakan morfologi Pantai Pacitan yang berbentuk teluk lebih berbahaya.

"Tsunami yang masuk teluk akan terakumulasi energinya karena tsunami yang masuk ke teluk gelombangnya berkumpul dan terjebak sehingga tinggi tsunami makin meningkat," kata dia.

Jika morfologi pantai teluknya landai, maka tsunami dapat melanda daratan hingga jauh.

Sebagai upaya mitigasi, Daryono mengatakan, masyarakat perlu memahami konsep evakuasi mandiri.

Hal ini dikarenakan evakuasi mandiri merupakan jaminan keselamatan dari tsunami yang sudah terbukti efektif.

Ia mencontohkan, kejadian tsunami di Pulau Simeulue ratusan tahun lalu dalam kisah “smong”.

"Masyarakat harus memiliki sikap swa-sadar informasi gempa dan peringatan dini tsunami serta memiliki respon yang cepat untuk segera melakukan evakuasi, karena golden time yang cukup singkat," tutur dia.

Adapun beberapa langkah mitigasi yang bisa dilakukan saat terjadi peringatan dini tsunami, yakni:

  • Masyarakat pesisir harus segera menjauh dari pantai.
  • Untuk mendukung efektivitas proses evakuasi, maka jalur evakuasi harus sudah disiapkan.
  • Rambu evakuasi sudah terpasang secara permanen.
  • Adanya kelengkapan fasilitas ini membuat masyarakat yang melakukan evakuasi untuk segera mencapai titik kumpul di tempat evakuasi sementara di daerah yang aman.
  • Pemerintah daerah juga harus sigap dan cepat dalam merespon warning tsunami untuk selanjutnya mengaktivasi sirine untuk perintah evakuasi masyarakat pesisir agar segera menjauh dari pantai jika terjadi gempa berpotensi tsunami.
  • Jika karena satu hal sebagian warga terlambat mengetahui adanya warning tsunami, maka penting bagi masyarakat memahami cara selamat dengan melakukan evakuasi vertikal secepatnya meskipun harus memanjat pohon, memanjat bangunan tower yang tinggi, atau memanjat bangunan tinggi lainnya yang terdekat. Ini adalah beberapa cara selamat dalam menghadapi tsunami.

Sejarah tsunami di Pacitan

Imbauan potensi tsunami di Pacitan berkaca dari sejarah kebencanaan di daerah tersebut.

Daryono mengatakan, sedikitnya ada 4 kejadian tsunami yang melanda wilayah tersebut.

Berikut sejarah tsunami di Pacitan:

  • Pada 4 Januari 1840 terjadi "Gempa Jawa" yang memicu terjadinya tsunami di Pacitan, setelah gempa berakhir.
  • Pada 20 Oktober 1859, terjadi lagi gempa besar di Pulau Jawa yang juga menimbulkan tsunami yang menerjang Teluk Pacitan. Bencana ini menewaskan beberapa orang awak kapal.
  • Pada 11 September 1921, gempa besar berkekuatan 7,6, kembali terjadi di Jawa, Pusat gempa ini terletak di zona outer rise selatan Pacitan yang juga memicu tsunami dan tercatat di Cilacap, sehingga sangat mungkin tsunami juga terjadi di Pacitan.
  • Pada 27 September 1937, Pacitan kembali diguncang gempa besar. Dampak gempa ini mencapai skala intensitas VIII-IX MMI dan menyebabkan sekitar 2.200 rumah roboh dan banyak orang meninggal.

Artikel ini telah tayang di kompas.com

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved