Breaking News:

Gubernur Babel Nilai Pesantren Sebagai Tonggak Kejayaan Peradaban Islam di Bumi Serumpun Sebalai

MERAWANG - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman mengawali prosesi peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren (Ponpes)

Editor: nurhayati
Diskominfo Babel
Gubernur Babel, Erzaldi Rosman saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Quran Al-Masyur di Komplek SDIT Al-Mansyur Desa Balunijuk, Kabupaten Bangka, Selasa (14/9/2021) siang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman mengawali prosesi peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Quran Al-Masyur di Komplek SDIT Al-Mansyur Desa Balunijuk, Kabupaten Bangka, Selasa (14/9/2021) siang.

Erzaldi yang tiba pukul 11.30 WIB disambut langsung oleh Ali Mutakin selaku Pendiri SDIT Al-Mansyur. Tampak bersama gubernur, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Babel, Suhaimi.

Dalam sambutannya, Bang ER-sapaan akrab gubernur mengucapkan selamat atas pembangunan Ponpes Tahfidzul Quran Al-Masyur.

Ia pun berharap dengan pembangunan pondok pesantren ini dapat menjadi tonggak kejayaan peradaban Islam di Bumi Serumpun Sebalai.

"Alhamdulillah kita mulai melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung pondok pesantren ini. InsyaAllah Pemprov. Babel pada bulan November nanti akan membantu pembangunan sebesar Rp 250 juta. Saya dan keluarga juga akan membantu material bangunan," jelas Erzaldi yang bergelar doktor lulusan pasca sarjana IPDN tersebut.

Erzaldi berharap dengan menjamurnya markas penghafal Al Quran di Babel, seperti pondok pesanten dan SDIT ini, dapat menghasilkan santri dan santriwati berakhlak saleh dan salihah serta berbakti kepada agamanya, sehingga dapat menggelorakan dan memicu semangat yang membangkitkan peradaban Islam.

Untuk mewujudkan hal itu, pesantren disamping mengajarkan ilmu agama juga harus mengembangkan kurikulum dengan mengajarkan keilmuan terkini, didukung oleh manajemen profesional serta menciptakan suasana belajar-mengajar kreatif-inovatif.

Selain itu, Erzaldi pun mengajak warga untuk berwakaf, karena menurutnya bukan saja mendapatkan pahala saat memberikan wakaf, tetapi akan terus mendapat kucuran pahala selama benda yang diwakafkannya dimanfaatkan orang lain meskipun pewakaf tersebut sudah meninggal dunia.

"Semoga kita tergolong orang-orang yang senantiasa mewakafkan harta untuk memajukan agama kita," kata Erzaldi.

Pada kesempatan yang sama, Ali Mutakin selaku Pendiri SDIT Al-Mansyur mengatakan bahwa perencanaan pembangunan Ponpes di lahan seluas 3000 m2 ini akan memakan waktu pembangunan sekitar dua tahun. Nantinya, pondok pesantren yang direncanakan akan dibangun tiga lantai ini difokuskan untuk pesantren tingkat SMP.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved