Berita Kriminal
Oknum PNS Ini Bakal Dipecat Karena Diduga Bandar Narkoba
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Pangkalpinang, Eko Budi Hartono, menyayangkan ula
Penulis: Cepi Marlianto |
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Pangkalpinang, Eko Budi Hartono, menyayangkan ulah seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS), Vivir Irham alias Irham (35) yang ditangkap polisi karena kasus Narkoba.
"Saya turut menyesalkan masih ada PNS yang mengkonsumsi Narkoba. Padahal jadi PNS itu tidak mudah," kata dia kepada Bangkapos.com di UPT BKN Pangkalpinang, Rabu (15/9/2021).
Menyikapi hal tersebut, pihaknya akan menjatuhi sanksi tegas jika Irham terbukti jelas memiliki hingga mengkonsumsi barang haram tersebut.
Sanksi tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang disiplin PNS. mulai hukuman disiplin ringan, sedang atau berat.
Bahkan, jika Irham memang terbukti menjadi bandar ganja dapat diberikan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat.
"Hukumannya apalagi dia bandar, itu bisa diberhentikan tidak dengan hormat kalau untuk dari sisi kepegawaiannya," jelas Eko Budi.
Sementara itu, disinggung perihal Irham yang sempat menjalani rehabilitasi karena kedapatan mengkonsumsi narkoba saat masih menjadi pegawai di Dinas Perhubungan Kota Pangkalpinang, Eko berdalih belum mengetahui informasi tersebut.
"Saya belum dengar, alalagi dia pernah direhabilitasi pak Wali Kota tidak ada ampun, pasti akan kita tindak tegas. Apalagi sudah ada bukti proses hukumnya jatuhkan sanksi maksimal," katanya.
Terpisah, Kepala Bidang Perencanaan, Pengadaan Mutasi dan Data BKPSDMD Kota Pangkalpinang, Fahrizal membenarkan bahwa Irham sempat menjalani rehabilitasi sekitar 10 tahun yang lalu karena penyalahgunaan narkoba.
"Berdasarkan track record yang bersangkutan memang pernah direhabilitasi sekitar 10 tahun yang lalu," ucapnya.
Sedangkan untuk kinerjanya sendiri diakui dia, berdasarkan catatan memang Irham sudah beberapa kali dipindah ke beberapa instansi lantaran tidak disiplin dalam bekerja.
"Disiplin itu kurang, dia juga pernah tersandung beberapa kasus yang sama maka dari itu sering dipindah tugaskan," ujar Fahrizal.
Ditambahkan dia, jika memang terbukti memiliki ganja dalam minggu-minggu ini Irham akan langsung dikenakan sanksi Disiplin PNS.
"Ini ranah pidana, kalau dia ditahan langsung kita berhentikan sementara. Kita akan minta surat, gaji juga dibayar setengah," pungkasnya.
Sementara itu, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 94 tahun 2021 tentang Disiplin PNS hukuman ringan berupa berupa teguran lisan, teguran tertulis atau pernyataan tidak puas secara tertulis.
Hukuman Disiplin sedang sebagaimana dimaksud pada ayat seperti pemotongan tunjangan kinerja sebesar 25 persen selama enam bulan, pemotongan tunjangan kinerja sebesar 25 persen selama sembilan bulan atau pemotongan tunjangan kinerja sebesar 25persen selama 12 bulan.
Sedangkan jenis hukuman disiplin berat seperti penurunanjabatan setingkat lebih rendah selama 12 bulan, pembebasan dari jabatannya menjadi jabatan pelaksana selama 12 bulan dan pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210914-eko-budi-hartono.jpg)