Breaking News:

Berita Kriminal

Rakernis Tindak Pidana Khusus, Kejari Bangka Barat Ingin Wujudkan Supremasi Hukum  

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat mengikuti Rapat Kerja Teknis (Rakernis), bidang tindak pidana khusus Kejaksaan RI 2021 yang dilakukan secara vi

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: Fery Laskari
istimewa
Kejari Bangka Barat mengikuti mengikuti Rapat Kerja Teknis (Rakernis) bidang tindak pidana khusus Kejaksaan RI 2021 yang dilakukan secara virtual. (Ist/Kejari Bangka Barat) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat mengikuti Rapat Kerja Teknis (Rakernis), bidang tindak pidana khusus Kejaksaan RI 2021 yang dilakukan secara virtual.

Kegiatan yang dilaksanakan hingga 16 September 2021 ini diikuti Kajari Bangka Barat, Helena Octavianne beserta kepala seksi tindak pidana khusus dan para jaksa.

Helena Octavianne mengatakan Rakernis memiliki peran penting dan strategis, dalam kesuksesan mencapai tujuan kinerja sebuah institusi.

"Hal ini karena secara efektif dapat berfungsi untuk melakukan pemetaan, yaitu menginventarisir berbagai permasalahan termasuk pemetaan kekuatan, peluang dan tantangan. Aluasi penilaian secara kuantitatif maupun kualitatif hasil kinerja, untuk dilakukan perbaikan dan peningkatan kinerja dan pelayanan," ujar Helena Octavianne, Rabu (15/09/2021).

Diketahui dalam rakernis kali ini mengambil tema 'Pidsus Berdedikasi', secara definisi adalah pengorbanan tenaga pikiran dan waktu.

"Dilakukan demi keberhasilan suatu usaha untuk tujuan yang mulia dan dapat juga berarti pengabdian, untuk melaksanakan cita-cita yang luhur dan diperlukan adanya sebuah keyakinan yang teguh," katanya.

Helena mengatakan tema tersebut relevan dengan kondisi dan situasi yang sedang dihadapi saat ini, di tengah-tengah keterbatasan sarana dan prasarana serta pandemi covid-19 yang berkepanjangan.

"Dalam Rapat Kerja Kejaksan RI Tahun 2020 Presiden Jokowi menyampaikan Kejaksaan merupakan institusi terdepan, dalam penegakan hukum termasuk dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi. Tentu saja dalam mengawal kesuksesan pembangunan nasional yang membuat, kiprah Kejaksaan merupakan wajah pemerintah," jelasnya.

Lebih lanjut bidang tindak pidana khusus diketahui mempunyai tugas dan fungsi, dalam proses penegakan hukum perkara tindak pidana korupsi, tindak pidana pajak, tindak pidana kepabeanan dan cukai serta tindak pidana pencucian uang dan pelanggaran HAM yang berat.

"Tentunya dapat secara konkret melaksanakan kebijakan strategis, dalam penegakan hukum guna mewujudkan supremasi hukum," ucapnya.

"Sebagai pemenuhan ekspektasi masyarakat terhadap tegaknya hukum yang adil dan bermartabat di negeri ini, penegak hukum haruslah senantiasa melakukan berbagai langkah strategis guna mewujudkan kepastian hukum. Secara bersamaan juga harus mampu mencerminkan hadirnya kebenaran dan rasa keadilan yang memberikan manfaat, bagi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara," tambahnya.

Sementara itu Helena berharap dilaksanakan Rakernis bidang pidsus tahun 2021 dapat terwujudnya kesadaran jajaran bidang tindak pidana khusus.

"Ini untuk melakukan langkah-langkah yang strategis dalam pencapaian target kinerja bidang tindak pidana khusus dan terbentuknya persepsi yang sama, bagi jajaran bidang tindak pidana khusus dalam menghadapi berbagai kendala tekhnis yuridis dalam penanganan perkara tindak pidana khusus," katanya. (Bangkapos.com/Rilis/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved