Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Tingkatkan Mutu Pelayanan, Balai POM di Pangkalpinang Tampung Masukan Saat FKP

Upaya meningkatkan mutu pelayanan semakin baik, Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Pangkalpinang menampung berbagai masukan dari lintas sektor

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Saat Forum Konsultasi Publik (FKP) Balai di POM Pangkalpinang di Hotel Novotel Bangka, Rabu (15/9/2021). (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Upaya meningkatkan mutu pelayanan semakin baik, Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Pangkalpinang menampung berbagai masukan dari lintas sektor saat Forum Konsultasi Publik (FKP) di Hotel Novotel Bangka, Rabu (15/9/2021).

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), akademisi dan beberapa pelaku usaha.

"Kegiatan ini menjadi amanat yang kita lakukan, kita sebagai penyelenggara pelayan publik sehingga harus meningkatkan pelayanan publik dengan menerima masukan dari lintas sektor, penerima pelayanan publik dan penyelenggara lainnya, kita berbagi pengalaman," ujar Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Pangkalpinang, Tedy Wirawan.

Sampai saat ini, Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Pangkalpinang memiliki empat pelayanan publik yang telah dilaksanakan meliputi pelayanan publik informasi dan pengaduan, pengujian laboratorium, sertifikasi perizinan produk dan perizinan untuk impor dan ekspor produk.

"Kita berupaya memberikan pelayanan sebaik mungkin, nanti dengan catatan dan masukan yang kami peroleh hari ini, semoga pelayanan akan semakin baik," katanya.

Dia menambahkan ada beberapa catatan dari masukan saat Forum Konsultasi Publik (FKP) untuk segera ditindaklanjuti.

"Ada hal baru yang harus kita angkat lagi terkait masukan, untuk pengujian ganja, yang sebelumnya tidak dilayani, nanti akan kita coba siapkan, akan kita konsultasi dengan pusat nantinya," katanya.

Kepala Perwakilan Ombudsman Bangka Belitung, Shulby Yozar Ariadhy berusaha mendorong agar penyelenggara pelayanan memberikan pelayanan prima.

"Kita terus mendorong, agar fungsi pengawasan dan pencegahan terhadap pelayanan publik berjalan optimal, kita berikan pendekatan yang memang diharapkan sesuai dengan masalah yang kita hadapi,

ada kalanya kita perlu bersifat persuasif dan kadang memberikan tekanan terhadap penyelenggara dalam menyelesaikan laporan dari masyarakat," kata Shulby. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved