Breaking News:

Berita Bangka Selatan

Wisata Kuliner Gedung Juang Sepi Pembeli, Hanya Tiga Kios yang Bertahan dengan Gratis Biaya Sewa

Setiap kios dilengkapi fasilitas dapur, etalase kayu yang cantik dan elegan, serta dilengkapi tenda di depannya untuk tempat makan para pembeli.

Penulis: edwardi | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Edwardi
Lokasi wisata kuliner belakang Gedung Juang Angkatan 45 sepi pembeli. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sejak diresmikan bulan Desember 2020 lalu, tempat wisata kuliner Kota Sungailiat di halaman belakang Gedung Juang Angkatan 45 sebanyak 10 kios pada saat ini terlihat sangat sepi pembeli atau pengunjung, akibatnya hanya ada tiga kios saja yang masih membuka jualannya.

Padahal fasilitas tempat atau kios jualan yang disediakan Pemkab Bangka ini terbilang cukup mewah, bersih dan luas.

Setiap kios dilengkapi fasilitas dapur, etalase kayu yang cantik dan elegan, serta dilengkapi tenda di depannya untuk tempat makan para pembeli.

Selain itu ada juga WC umum, panggung hiburan dan tempat duduk penonton, serta lapangan parkir kendaraan yang dipasang conblok sehingga rapi dan bersih.

Seorang pedagang kios, Maryana mengatakan pada saat awal dibuka dulu memang tempat wisata kuliner ini cukup ramai pembeli, baik siang maupun malam dan semua kios ditempati penjual makanan.

"Namun seiring berjalannya waktu dan terus berlangsung wabah Covid-19 ini, sehingga semakin hari kondisi usaha kuliner menjadi sepi pembeli, sehingga banyak pedagang menutup usahanya karena jualan kuliner tidak laku," kata Maryana.

Diungkapkannya saat ini hanya ada 3 kios saja yang membuka dagangan di sini, kios minuman, kios empek-empek, bakwan dan kue-kue.

"Beberapa bulan lalu masih ada kios yang jualan nasi dengan andalan lempah rusuk atau tulang sapi, namun karena pemilik dan pegawainya ada yang terkena Covid-19 lalu tutup dan hingga saat ini juga belum dibuka lagi, karena kesulitan cari pekerjanya," imbuhnya.

Diungkapkannya, para penjual kuliner yang menempati kios di sini tidak dipungut biaya sewa alias gratis selama 1 tahun, bahkan untuk biaya listrik juga gratis, untuk isi pulsa token diberikan petugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangka.

"Kita saat ini tidak menyewa atau masih gratis, kami pedagang diminta merawat dan menjaga fasilitas ini serta membuka jualannya secara kontinyu agar tempat wisata kuliner ini tetap ramai dikunjungi masyarakat, namun karena wabah Covid-19 ini sehingga usaha kuliner juga sepi," imbuhnya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved