Sabtu, 18 April 2026

Materi Belajar

Contoh Cara Mengubah Bentuk Pecahan Materi Belajar Matematika Kelas 6 SD

Pecahan memiliki banyak jenisnya, diantaranya pecahan biasa, pecahan murni, pecahan campuran, pecahan desimal, persen, dan per mil.

Editor: fitriadi
TV Edukasi
Belajar operasi hitung pecahan materi belajar Matematika kelas 6 SD. 

BANGKAPOS.COM - Berikut contoh materi belajar Matematika tentang bilangan pecahan untuk siswa kelas 6 SD.

Bilangan pecahan ialah bilangan yang dapat dinyatakan sebagai bentuk perbandingan, misal a/b, dengan a dan b adalah bilangan bulat dan b ≠ 0.

Bilangan a disebut dengan pembilang dan bilangan b disebut dengan penyebut.

Pecahan memiliki banyak jenisnya, diantaranya pecahan biasa, pecahan murni, pecahan campuran, pecahan desimal, persen, dan per mil.

Pecahan biasa merupakan pecahan yang hanya memiliki pembilang dan penyebut, dan penyebutnya merupakan bilangan bulat.

Contohnya: 7/5; 12/21; 103/7; 25/23 dan seterusnya.

Baca juga: Bilangan Prima dan Faktor Prima Lengkap Kunci Jawaban Materi Belajar Matematika Kelas 4 SD

Baca juga: Meneladani Kaum Muhajirin dan Anshar Materi PAI Kelas 6 SD Lengkap Soal dan Jawaban

Baca juga: Pendidikan Agama Islam (PAI) Iman kepada Qada dan Qadar Kelas 6 SD, Lengkap Soal dan Jawaban

Pecahan murni, ialah pecahan yang pembilang dan penyebutnya itu merupakan bilangan bulat dan berlaku pembilang kurang atau lebih kecil daripada penyebut.

Pecahan murni dapat dikatakan sebagai pecahan biasa.

Akan tetapi pecahan biasa belum tentu dapat dikatakan sebagai pecahan murni.

Contohnya: 1/3; 2/5; 10/31; 13/23.

Pecahan campuran, yaitu pecahan yang terdiri dari bagian bilangan bulat dan bagian pecahan murni.

Contohnya: 2½; dan seterusnya.

Pecahan desimal, yaitu pecahan dengan penyebut 10, 100, 1000 dan seterusnya, dan ditulis dengan tanda koma (,).

Contohnya: 0,5; 0,88; 6,44 dan juga seterusnya.

Persen atau per seratus, yaitu pecahan dengan penyebut 100 dan dinotasikan (dilambangkan) dengan %.

Contoh: 10% itu artinya 10/100; 83% berarti 83/100.

Per mil atau per seribu, yaitu pecahan dengan penyebut 1000 dan dinotasikan dengan ‰.

Contohnya: 9 ‰, itu berarti sama dengan 9/1000.

Jika penjumlahan ataupun pengurangan pecahan haruslah memiliki penyebut yang sama, maka tinggal lakukan penjumlahan atau pengurangan pembilangnya, sedangkan penyebutnya tidak perlu dihitung dan tetap sama.

Contohnya seperti: a/g + b/g − c/g = a + b − c / g ; atau contoh lain: 4/6 + 7/6 − 9/6 = 4 + 7 − 9 / 6; tanda pembagi atau per nya itu mencakup semua pembilang.

Jika pada penjumlahan atau pengurangan pecahan memiliki penyebut berbeda, maka lakukan terlebih dahulu untuk menyamakan penyebutnya.

Kemudian dapat dilakukan penjumlahan atau pengurangan pembilangnya.

Mengubah bentuk pecahan

Untuk mengubah pecahan biasa atau campuran ke bentuk desimal, kamu dapat mengubah penyebut pecahan menjadi 10, 100, 1.000, dan seterusnya.

Setelah itu pembilangnya disesuaikan.

Untuk mengubah pecahan desimal menjadi pecahan biasa atau campuran, perhatikan banyak angka di belakang koma untuk menentukan penyebut pecahan.

Perhatikan contoh soal berikut ini

3/5 = 3 x 5 / 5 x 2 = 6/10 = 0,6 [diubah jadi pecahan berpenyebut 10]

1 5/20 = 50/25 x 5/5 = 125/100 = 1,25 [diubah jadi pecahan berpenyebut 100]

Setelah mempelajari materi tentang operasi hitungan pecahan,  jawablah pertanyaan berikut ini.

1. Cika membeli 4 lusin buku gambar, 1/5 bagian buku tersebut diberikan kepada temannya, jadi berapa jumlah buku tulis yang diberikan kepada temannya?

2.  (0,8 x 12,5) + n = 28,5. Nilai n adalah .... ....

3. 15,5 + ½ + n = 25, n adalah...

4. 1. Jika berat 3 buah apel 556 ½ gram. Maka berat sebuah apel .... gram ....

5. Satu kantong plastik memuat 15 kg gula pasir. Jika gula pasir tersebut dimasukkan ke dalam 25 kantong plastik, maka berat gula tiap kantong plastik adalah .... gram.

Jawaban

1.  Pengerjaan:

4 lusin - ½ lusin

= (4 x 12) - (½ x 12)

= 48 -6

= 42 buah

2.  Pengerjaan:

(0,8 x 12,5) + n = 28,5
10 + n = 28,5
10 + 18,5 = 28,5
Jadi n = 18,5

3. Pengerjaan:

15,5 + ½ + n = 25, n = ....
15,5 + 0,5 + n = 25
16 + n = 25
16 + 9 = 25
Jadi, n = 9

4.  Pengerjaan:

Berat 3 buah apel 556,5 gram
Berat 1 buah apel = 1/3 x 556,5 = 185,5 gram

5. Pengerjaan

1 kantong plastik = 15 kg 
25 kantong plastik = 15/25 =3/5 =6/10 = 0,6 kg

1 kg = 1.000 gram
0,6 kg = 0,6 x 1.000 = 600 gram

(Bangkapos.com/Vigestha Repit)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved