Breaking News:

Hakim Tsutomu Adachi Dipindahkan ke Tokyo Buntut dari Vonis Hukuman Mati terhadap Bos Yakuza Jepang

Pernyataan di pengadilan memiliki pengaruh yang cukup besar. Menurut pengacara pembela yang ditemui pada malam penghakiman, terdakwa Nomura tidak...

Foto Richard Susilo
Bos utama kelompok yakuza Kudokai Kitakyushu, Satoru Nomura (74) (Foto Richard Susilo) 

Hakim Tsutomu Adachi Dipindahkan ke Tokyo Buntut dari Vonis Hukuman Mati terhadap Bos Yakuza Jepang

BANGKAPOS.COM, TOKYO -- Tsutomu Adachi, yang merupakan Ketua hakim yang menyidangkan dua bos Kudokai pada 24 Agustus lalu di Pengadilan Distrik Fukuoka dilaporkan dipindahkan ke Tokyo awal Oktober mendatang.

Dikabarkan, pemindahan Tsutomu Adachi guna menghindari ancaman kelompok yakuza (mafia Jepang).

"Ancaman bos Kudokai bukan main-main, sangat berbahaya. Itu sebabnya hakim dijauhkan dari Kitakyushu dipindahkan ke Tokyo agar lebih aman," ungkap sumber Tribunnews.com, Kamis (16/9/2021).

Sebelumnya, Satoru Nomura (74), kepala (Kumicho) Kudokai dijatuhkan hukuman mati dan Fumio Taue (65) Kaicho Kudokai dijatuhkan hukuman seumur hidup karena kasus pembunuhan terhadap 4 orang.

Namun sampai keputusan diumumkan hakim, kedua pimpinan yakuza ini membantah dan menyatakan tak bersalah.

Baca juga: Jutaan Nasabah BRI, Mandiri hingga BTN Dapat Bantuan Rp1 Juta, Ini Syaratnya Bagi yang Mau

Baca juga: Warung Mie Rebus Toping Daging Manusia Terungkap, yang Memakannya Akan Alami Penyakit Ini

Baca juga: Ketika Hendak Dikuburkan, Selalu Ada Ular Besar di Liang Lahad Pria Ini, Begini Kisahnya

Usai keputusan hakim Adachi, bos Kudokai Nomura mengeluarkan ancaman, "Awas ya anda akan menyesali hal ini!".

Nomura juga mengeluh, "Saya meminta penilaian yang adil. Itu tidak adil. Praduga dan praduga. Apakah ada pengadilan seperti itu?"

Taue juga seolah mendukung Nomura dengan mengecam hakim, "Tidak mau ya kamu? Benar-benar keterlaluan kamu ya," kata dia.

Saat vonis, pengadilan distrik meminta tiket sidang hanya untuk 23 kursi, dan 475 orang mengantre, namun pada saat itu antrean membengkak menjadi sekitar 50 meter.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved