Breaking News:

Berita Sungailiat

Kasatgasus Vaksinasi Tinjau dan Supervisi di Posko Satgasus Kabupaten Bangka

Brigjen Pol Umardani selaku Kasatgasus Vaksinasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan peninjauan Posko Satgasus Vaksinasi Kaupaten Bangka

Penulis: deddy_marjaya | Editor: khamelia
Deddy Marjaya
Wakapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol Umardani selaku Kasatgasus Vaksinasi Bangka Belitung didampingi Bupati Bangka Mulkan dan Kasrem 043 Bangka melakukan supervisi di Posko Satgassus Bangka Kamis (16/9/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Brigjen Pol Umardani selaku Kasatgasus Vaksinasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan peninjauan Posko Satgasus Vaksinasi Kaupaten Bangka, sekaligus melakukan supervisi Kamis (16/9/2021).

Brigjen Pol Umardani mengaku puas dengan kinerja dan pelaksanaan vaksin di Kabupaten Bangka.

"Teknis dan pelaksanaan sudah baik tinggalkan ditingkatkan lagi jika ada permasalahan atau hambatan silahkan hubungi saya ya Kasatgasus Bangka termasuk Kapolres Bangka," kata Brigjen Pol Umardani.

Brigjen Pol Umardani mengatakan percepatan vaksinasi covid 19 secara menyeluruh di memang harus dilakukan. Sebab berdasarkan data jumlah realisasi vaksin masih jauh dari harapan dari target. Terutama untuk lansia, ibu hamil, berkebutuan khusus dan usia remaja masih perlu ditingkatkan. Untuk itu perlu koordinasi seperti untuk usia remaja di sekolah atau di pondok pesantren. Tinggal dilakukan pendataan berapa jumlahnya dimana tempatnya.

"Kita jemput bola dimana lokasinya berapa jumlah yang akan divaksin biar vaksin kita bisa mencapai 70% dalam waktu dekat ini," kata Brigjen Pol Umardani.

Sementara itu Bupati Bangka Mulkan mengatakan dengan adanya Satgasus Vaksinasi pihaknya merasa lega. Sebab upaya percepatan vaksinasi semakin maksimal karena bekoordinasi secara menyeluruh. Apa yang menjadi hambatan tentunya dapat dicarikan jalan keluar bersama.

"Semoga percepatan vaksin dengan adanya Satgasus Kabupaten Bangka dapat memaksimalkan vaksin untuk masyakarat sehingga upaya Bangka turun dari level IV segera tercapai," kata Mulkan.

Mulkan menyebutkan saat ini Kabupaten Bangka masih berada di PPKM level IV. Ini menjadi dilema karena di wilayah Kabupaten Bangka memilki 4 rumah sakit negeri dan 2 rumah sakit swasta.

Salah satunya adalah rumah sakit provinsi. Dimana pasien pasien yang tidak dapat ditangani di Kabupaten/Kota akan ditunjuk ke rumah sakit provinsi. Sehingga karena wilayahnya masuk Kabupaten Bangka maka tingkat bor masuk ke Bangka.

"Ini dilema dan jadi penilaian seperti Rumah Sakit Provinsi yang masuk wilayah kita," kata Mulkan. 

Mulkan mengatakan pihaknya juga sudah tidak membolehkan warga positif covid 19 melakukan isoman. Sebab tidak akan terkontrol dan bisa berhubungan dengan warga mengakibatkan bisa terjadi penularan covid 19. Dampak tidak boleh Isoman tingkat hunian tempat tidur pasien covid 19 meningkat.

"Tapi kita berusaha meminimalisir penularan covid 19 dengan larangan isoman termasuk ibu Ten Kadinkes melakukan tracking warga positif covid 19 dengan menelusuri hingga pertemuan dengan warga sebelum dirawat," kata Mulkan.

(Deddy marjaya)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved