Breaking News:

Bangka Pos Hari Ini

Wali Kota Pangkalpinang Molen Geram Anak Buahnya Main Ganja

Maulan Aklil tampak geram dan kaget ketika menerima kabar seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) ditangkap polisi karena terjerat kasus narkoba

Penulis: Herru Windharko (CC) | Editor: fitriadi
Ist/Satresnarkoba Polres Pangkalpinang
Tim Kalong Satresnarkoba Polres Pangkalpinang amankan tiga tersangka penyalahgunaan narkoba jenis ganja di Kota Pangkalpinang, Selasa (14/9/2021). 

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Pangkalpinang, Ubaidillah menyebut, selama berdinas di tempatnya Irham sendiri merupakan pegawai yang sering diingatkan oleh dirinya.

"Terlepas di belakang layarnya dia memang rajin ke mushola. Dia juga sering saya panggil untuk saya ingatkan sampai ke arah menggunakan narkoba," kata dia.

Kendati demikian, Ubaidillah berharap, mantan Bendahara Dinas Perhubungan tersebut dapat bersabar dalam menjalani proses hukum yang telah ditentukan.

Bakal dipecat

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Pangkalpinang, Eko Budi Hartono menyayangkan seorang oknum PNS, Vivir Irham alias Irham (35) ditangkap polisi karena kasus narkoba.

"Saya turut menyesalkan masih ada PNS yang mengonsumsi narkoba. Padahal jadi PNS itu tidak mudah," kata dia kepada Bangka Pos di UPT BKN Pangkalpinang, Rabu (15/9).

Menyikapi hal tersebut, pihaknya akan menjatuhi sanksi tegas jika Irham terbukti jelas memiliki hingga mengonsumsi barang haram tersebut.

Sanksi tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 94 tahun 2021 tentang Disiplin PNS. Mulai dari hukuman disiplin ringan, sedang atau berat.

Bahkan, jika Irham memang terbukti menjadi bandar ganja dapat diberikan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat.

"Hukumannya apalagi dia bandar, itu bisa diberhentikan tidak dengan hormat kalau untuk dari sisi kepegawaiannya," terang Eko.

Disinggung perihal Irham yang sempat menjalani rehabilitasi karena kedapatan mengonsumsi narkoba saat masih menjadi pegawai di Dinas Perhubungan Kota Pangkalpinang, Eko berdalih belum mengetahui informasi tersebut.

"Saya belum dengar, apalagi dia pernah direhabilitasi. Tidak ada ampun, pasti akan kita tindak tegas. Apalagi sudah ada bukti proses hukumnya, kita jatuhkan sanksi maksimal," pungkasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Perencanaan, Pengadaan Mutasi dan Data BKPSDMD Kota Pangkalpinang, Fahrizal membenarkan bahwa Irham sempat menjalani rehabilitasi sekitar 10 tahun lalu karena penyalahgunaan narkoba.

"Berdasarkan track record yang bersangkutan memang pernah direhabilitasi karena narkoba sekitar 10 tahun yang lalu," ucapnya.

Sedangkan untuk kinerjanya diakui Fahrizal, berdasarkan catatan memang Irham sudah beberapa kali dipindahkan ke beberapa instansi lantaran tidak disiplin dalam bekerja.

"Disiplin kurang, dia juga pernah tersandung beberapa kasus yang sama, maka dari itu sering dipindah tugaskan," ujar Fahrizal.

Ditambahkannya, jika memang Irham terbukti memiliki ganja dalam minggu-minggu ini, maka Irham akan langsung dikenakan sanksi disiplin PNS.

"Ini ranah pidana, kalau dia ditahan langsung kita berhentikan sementara. Kita akan minta surat, gaji juga dibayar setengah," pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 94 tahun 2021 tentang Disiplin PNS hukuman ringan berupa berupa teguran lisan, teguran tertulis atau pernyataan tidak puas secara tertulis.

Hukuman Disiplin sedang sebagaimana dimaksud pada ayat seperti pemotongan tunjangan kinerja sebesar 25 persen selama enam bulan, pemotongan tunjangan kinerja sebesar 25 persen selama sembilan bulan atau pemotongan tunjangan kinerja sebesar 25persen selama 12 bulan.

Sedangkan jenis hukuman disiplin berat seperti penurunanjabatan setingkat lebih rendah selama 12 bulan, pembebasan dari jabatannya menjadi jabatan pelaksana selama 12 bulan dan pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS.

Empat oknum PNS

Diketahui sebelumnya pada bulan Maret 2020, empat oknum PNS di lingkungan Pemkot Pangkalpinang digulung oleh Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pangkalpinang saat sedang asyik berpesta sabu di sebuah rumah di Jalan Jenderal Sudirman, Gang Lohan VII, Kelurahan Gabek, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang, Babel, Senin (16/3).

Dari empat oknum tersebut, dua di antaranya merupakan pejabat struktural kecamatan dan kelurahan yang ada di Kota Pangkalpinang.

Keempatnya kemudian menjalani rehabilitasi karena hanya terbukti sebagai pengguna bukan pengedar narkoba.

Pemkot Pangkalpinang menjatuhkan sanksi terhadap empat oknum PNS tersebut berupa non job dan dicopot jabatannya.

Selain itu dilakukan pemotongan gaji sebesar 50 persen selama mereka direhabilitasi dan penghapusan tunjangan pegawai. (Bangka Pos/mg1)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved