Breaking News:

Berita Pangkalpinang

264 Tahun Pangkalpinang, Dewan Minta Jadikan Momentum Evaluasi  

Memperingati Hari Jadi ke-264 Kota Pangkalpinang, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pangkalpinang, menggelar Rapat Paripurna Istimewa kesatu masa

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Suasana sidang rapat paripurna istimewa ke satu masa persidangan satu tahun 2021 memperingati hari jadi Kota Pangkalpinang ke-264, Jumat (17/9/2021). (Bangkapos.com/Cepi Marlianto) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Memperingati Hari Jadi ke-264 Kota Pangkalpinang, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pangkalpinang, menggelar Rapat Paripurna Istimewa kesatu masa persidangan satu Tahun 2021, Jumat (17/9/2021).

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Pangkalpinang Abang Hertza didampingi wakil ketua I Rodiansyah Rasyid dan wakil ketua II Zubaidah beserta anggota DPRD Kota Pangkalpinang.

Hadir pula Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil, Wakil Wali Kota Pangkalpinang M Sopian beserta pejabat eselon di lingkungan Pemkot Pangkalpinang.

Abang Hertza mengatakan, diusia yang tak lagi muda ini merupakan momentum untuk evaluasi bagi Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk melaksanakan tugas yang memang berbasis kepada masyarakat.

Apalagi saat ini Pangkalpinang sudah menuju kepada kota modern dan metropolis sehingga banyak sekali permasalahan yang mungkin timbul.

“Kita tahu Pangkalpinang tidak sesederhana dulu, sekarang sudah menuju kota modern dan metropolis yang akan tumbuh dan berkembang, sehingga beberapa permasalahan itu muncul seperti permasalahan lalu lintas hingga kependudukan," kata dia.

Hertza juga meminta, Pemkot Pangkalpinang untuk melakukan kerja aktif guna memberikan hasil positif kepada masyarakat. Sebab, menurutnya banyak sekali harapan, apresiasi hingga dorongan dari DPRD untuk Pemkot Pangkalpinang.

“DPRD pada intinya mendukung penuh apa yang menjadi keinginan masyarakat yang dilakukan melalui kepala daerahnya,” jelas Hertza.

Kendati demikian, saat masa panemi seperti saat ini ia mengimbau Wali Kota Pangkalpinang beserta organisasi perangkat daerah (OPD) dapat melaksanakan tugas dan kewajibannya yang memang berbasis kepada masyarakat.

Selain itu, anggaran yang terbatas dalam penggunaanya perlu dipilih dan dipilah untuk memberikan kontribusi yang terbaik yang langsung menyentuh kepada masyarakat. Seperti pembangunan infrastruktur yang telah dialokasikan sebanyak 40 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Sehingga pembangunan dapat dilaksanakan dan tidak akan terganggu selama pandemi Covid-19 saat ini.

“Berdasarkan Permendagri nomor 27 tahun 2021 mengenai pedoman penyusunan APBD setidaknya sebesar 40 persen APBD untuk pembangunan infrastruktur. Itu akan dinamis, tidak mungkin dibiarkan karena bisa diam ditempat ditengah pandemi. Akan tetapi  anggaran untuk keberpihakan kepada percepatan penanganan Covid-19 itu juga harus kita laksanakan dalam hal seperti kegiatan-kegiatan strategis,” tegas Hertza. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved