Breaking News:

Dosen IAIN SAS Bangka Belitung Turut Andil Sebagai Tim Penilai Buku Agama

Tiga dosen IAIN SAS Bangka Belitung ditetapkan sebagai bagian dari Tim Penilai Buku Pendidikan Agama Tahun 2021.

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: M Ismunadi
IAIN SAS Bangka Belitung
Dosen IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Dwi Haryanti, M.Pd.I 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi (LKKMO) Balitbang Diklat Kementerian Agama menetapkan Dosen IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung,  Dwi Haryanti, M.Pd.I dan Alumni S2 UIN Sunan Kalijaga ini sebagai bagian dari Tim Penilai Pada Kegiatan Penilaian Buku Pendidikan Agama Tahun 2021.

Dosen Pendidikan Islam Anak Usia Dini(PIAUD) di Fakultas Tarbiyah ini terpilih menjadi salah satu dari 500 anggota tim terpilih lainnya.

“Alhamdulillah lulus seleksi pada Penilai Pada Kegiatan Penilaian Buku Pendidikan Agama Tahun 2021 senang bisa berdampak positif buat IAIN SAS Bangka Belitung dan masyarakat. Hal tersebut, berawal dari dibukanya pendaftaran dari Kementerian Agama (Kemenag) terkait auditor atau asesor buku. Persisnya saya lupa, ada beberapa permintaan, saya coba isi dengan harapan punya pengalaman,” jelas Dwi saat di wawancarai, Jumat (17/9/2021).

Menurutnya, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk bisa menjadi penilai.

Seperti harus pernah menjadi reviewer jurnal, pernah menerbitkan buku teks dan buku ajar hingga menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan.

Usai diterima, nantinya Dwi Haryanti akan mengikuti bimbingan teknis (bimtek) penilaian buku dan pengembangan lektur.

Kemudian khazanah keagamaan dan manajemen organsiasi badan litbang sampai diklat kementerian.

“Nanti juga akan melakukan penilaian buku pendidikan agama secara online, melakukan pengecekan orisinal naskah dan melakukan penilaian terhadap naskah buku pdf hasil perbaikan. Ini masih menunggu surat tugas dari pusat,” jelas dia.

Ke depan, Ia optimis pencapaiannya ini dapat menjadi bagian dari proses pengembangan keilmuan. Selain Tri Dharma Perguruan Tinggi juga berkontribusi di luar kampus, sebagai tim penilai buku agama tingkat nasional.

Lebih jauh, terkait keluasan materi, ia berharap dapat disesuaikan dengan usia peserta didik dengan berbasis keterampilan abad 21 yang melatih proses pengetahuan dan sikap dalam hidup bermasyarakat.

“Semoga ikhtiar bejalar menggali pengalaman di sini bisa berdampak positif untuk IAIN SAS Bangka Belitung,” tutupnya. (*)

Penulis : Ayaknan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved