Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Penanganan Covid-19, DPRD Babel Dukung Pembangunan Penampung Liquid Oksigen

Penyimpanan Liquid Oksigen (Liquid Oxygen Storage) direncanakan akan dibangun di Rumah Sakit Darurat Covid-19 di area Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP)

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: khamelia
Instagram Erzaldi Roesman
Ilustrasi bantuan oksigen dari Bangka Jaya Line 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Penyimpanan Liquid Oksigen (Liquid Oxygen Storage) direncanakan akan dibangun di Rumah Sakit Darurat Covid-19 di area Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Ir Soekarno Bangka Belitung.

Penyimpanan Liquid Oksigen ini mampu menampung oksigen hingga 20 ton yang bisa dihabiskan dalam kurun waktu 2 minggu.

Dalam pembangunan akan menghabiskan anggaran sebesar Rp4,9 miliar ini akan menggunakan dana belanja tidak terduga (BTT) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021.

Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung, Amri Cahyadi mendukung pembangunan
Penyimpanan Liquid Oksigen yang sangat dibutuhkan Bangka Belitung saat pandemi Covid-19.

"Menyangkut kondisi kasus covid-19 tinggi kemarin, kebutuhan oksigen meningkat tapi stok terbatas, melalui APBD perubahan untuk membangun fasilitas storage liquid oksigen," ujar Amri, Jumat (10/9/2021).

Tak hanya untuk menangani pasien Covid-19, hadirnya Penyimpanan Liquid Oksigen diharapkan dapat membantu pasien penyakit lain yang membutuhkan.

"Kita memang mendapatkan bantuan oksigen tetapi perlu wadah untuk menampungnya, bahkan oksigen ini tidak hanya untuk pasien covid-19 tetapi untuk pasien lain yang membutuhkan," lanjutnya.

Mengenai anggaran penanganan Covid-19, dia menyebutkan porsi anggaran dana sudah sesuai dengan intruksi dari pusat.

"Kalau porsi tetap sesuai dengan intruksi dari Kemendagri dan Menteri Keuangan, anggaran 2021 masih sama dengan tahun lalu 2020, masih dalam penanggulangan kesehatan, pandemi Covid-19.

Khusus untuk Babel sudah dianggarkan dan sudah refocusing beberapa kali, di provinsi sudah baik dalam penganggaran dan realisasinya," katanya.

Namun secara keseluruhan, realisasi anggaran penanganan Covid-19 memang ada kendala dalam pencairan dana.

"Secara keseluruhan di Babel masih terus berjalan, memang waktu 1 bulan lalu, kita melakukan rakor dan RDP memanggil kabupaten atau kota memang ada laporan terkait kendala pencairan anggarkan atau realisasi anggaran.

Penyebabnya urusan administratif untuk penyaluran insentif nakes misalnya, selain itu juga kita fokus melakukan penanganan tracking dan tracing terus dianggarkan," kata Amri.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved