Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Soal Mural Mirip Presiden, Gubernur Erzaldi : Silahkan Sampaikan Kritikan, Tapi Harus Beradab

Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman merasa perlu untuk memberikan pendidikan kepada orang yang ingin memberikan kritikan

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: khamelia
Diskominfo Babel
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman (kemeja putih) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sebuah tembok di Jalan Yang Zubaidah dekat Apotek Bangka, Kota Pangkalpinang menunjukkan mural yang diduga sosok Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi), Kamis (16/9/2021) menarik perhatian publik.

Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman merasa perlu untuk memberikan pendidikan kepada orang yang ingin memberikan kritikan agar disampaikan dengan beradab.

"Mohon maaf, pak presiden tidak marah dikritik, saya sebagai warga negara kalau presiden atau pemimpin kita dibikin begitu, marah tidak?.

Boleh mengkritik, Pak presiden tidak marah, malah dipersilahkan, cuma jangan mentang-mentang dipersilahkan, kita tidak beradab, karena negeri ini, negeri yang beradab," ujar Erzaldi usai rapat paripurna di Kantor DPRD Bangka Belitung.

Baca juga: Heboh Mural Mirip Presiden Jokowi di Pangkalpinang, Kepolisian Daerah Babel Anggap Karya Seni

Kemarin, (17/9/2021) mural yang sempat menjadi soroton itu telah dihapus oleh pihak Pol PP Kota Pangkalpinang.

Orang nomor satu di Bangka Belitung ini segera akan bertemu dengan komunitas mural tersebut dan memberikan fasilitas agar bisa menyampaikam kritikan dengan tepat.

"Saya sudah menghubungi lewat staf saya, komunitas mural ini, tadinya rencana mau ketemu jam 09.00 WIB tadi, tapi karena ada paripurna ini. Saya akan ketemu minggu depan, kita akan memfasilitasi mereka, yok kita kritisi bersama-sama, kita siapkan fasilitas dan tempel di mana," katanya.

Dia meminta agar generasi penerus bangsa untuk menyampaikan kritikan secara beradab.

"Kita negeri yang beradab, jangan jadi orang yang tidak beradab, kita tidak ingin generasi ke depan adalah generasi pembenci, kalau generasi pembenci banyak di dunia, apa jadi dunia ini? Kita ingin generasi di dunia ini beretika, berkarakter dan beradab," kata Erzaldi.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved