Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

257 Warga Sembuh dari Corona, Waspada Kasus Kematian di Bangka Belitung Masih Tinggi, Patuhi Prokes

Warga yang terkonfirmasi positif  Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hingga Sabtu (18/09/2021) tercatat sebanyak 110 orang.

Penulis: nurhayati | Editor: nurhayati
Dok/Bangkapos.com
Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Erzaldi Rosman saat melepas secara simbolis perwakilan pasien sembuh dari Covid-19 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Warga yang terkonfirmasi positif  Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hingga Sabtu (18/09/2021) tercatat sebanyak 110 orang.

Sementara warga yang dinyatakan sembuh atau selesai menjalani isolasi bertambah sebanyak 257 orang dan yang meninggal dunia Covid-19 sebanyak 6 orang.

Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Bangka Belitung, Andi Budi Prayitno, kesiapsiagaan daerah terutama dalam melakukan tracing, testing, dan treatment yang agresif dan masif dalam merespon kasus Covid-19 merupakan kunci untuk mengendalikan kasus Covid-19.

"Kenaikan kesembuhan harus terus ditingkatkan hingga mencapai target signifikan sehingga lebih tinggi dari kasus baru dengan terus melakukan tidak hanya peningkatan tracing dan testing dengan penyelidikan epidemiologi (PE) yang lebih serius untuk mengidentifikasi klaster-klaster penularan, namun juga treatment khususnya penyediaan fasilitas isolasi terpusat/terpadu dan kualitas pelayanan kesehatan agar kesembuhan dapat ditingkatkan dan kematian dapat dicegah serta diminimalisasi," jelas Andi kepada Bangkapos.com, Minggu (19/9/2021).

Baca juga: TERBARU, Syarat Penerbangan Domestik Naik Pesawat Citilink, Lion Air, Sriwijaya Air dan Garuda

Baca juga: Uang Kertas Rp5.000 Seri Kembar Laku Ditukar dengan Rp450 Juta, Ini Alasannya

Diakuinya, masih terjadinya penularan Covid-19 yang masif dan tingginya kasus kematian akibat Covid-19 di sejumlah daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kondisi ini disebabkan oleh meningkatnya mobilitas dan kegiatan berkerumun masyarakat di tempat-tempat keramaian dan fasilitas publik baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, tak terkecuali aktivitas keagamaan dan rekreasi/pariwisata, lantaran melalaikan dan mengabaikan atau tidak mengindahkan penerapan Protokol Kesehatan.

Begitu juga, dengan kegiatan atau acara yang menimbulkan kerumunan orang banyak seperti pesta atau resepsi pernikahan.

Di samping itu, ketidakdisiplinan mereka yang dinyatakan positif Covid-19 yang menjalani swaisolasi atau karantina mandiri di rumah/tempat tinggalnya serta tidak berjalan efektifnya Posko Covid-19 di tingkat RT/RW, desa/kelurahan, dan kecamatan, ditambah ketidakpedulian masyarakat untuk turut serta melakukan pengawasan terhadap orang yang positif Covid-19 menambah panjang daftar orang yang terpapar dan tertular Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sedangkan terkait dengan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di lembaga pendidikan/sekolah, ia menilai, perlu mendapat perhatian serius para pihak pemegang otoritas dan pengambil kebijakan.

"Untuk itu penting keberadaan Satgas Covid-19 di sekolah terutama dalam mengawal dan mengawasi pelaksanaan Protokol Kesehatan di sekolah," tegas Andi.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved