Breaking News:

Human Interest Story

Berawal dari Penasaran, 3 Mahasiswi UBB 'Sulap' Daun Cempedak Jadi Masker, Berkhasiat Atasi Jerawat

Bermula dari ingin memanfaatkan potensi alam, tiga mahasiswa Jurusan Kimia Universitas Bangka Belitung (UBB) ini menyulap daun cempedak menjadi masker

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Dok/UBB
Masker wajah dari daun cempedak yang dibuat oleh mahasiswa jurusan Kimia Universitas Bangka Belitung (UBB). Masker wajah ini bisa melembutkan wajah, menghilangkan jerawat dan mencegah penuaan dini. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bermula dari ingin memanfaatkan potensi alam, tiga mahasiswa Jurusan Kimia Universitas Bangka Belitung (UBB) ini menyulap daun cempedak menjadi masker wajah.

Rasa penasaran tak dipungkiri mereka juga menjadi faktor utama penelitian ini dilakukan.

Bermodal dana Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) senilai Rp8 Juta, penelitian daun cempedak yang berkhasiat mengatasi jerawat dan penuaan dini berjalan hingga tiga bulan lamanya.

Namun tak asal-asalan sebelum menjadi masker, berbagai penelitian dan pengujian telah dilakukan mahasiswa didampingi Dosen Kimia UBB, Robby Gus Mahardika.

"Kami melihat-lihat dulu, di jurnal, apa saja yang bagus buat masker, setelah kami uji, di dalam daun cempedak, mengandung apa yang kami cari, seperti antioksidan dan antibakteri," ungkap Mahasiswa Jurusan Kimia UBB, Syarmila, Minggu (19/9/2021).

Baca juga: Besok, Polisi Gelar Operasi Patuh, Ini Sasaran dan Daftar Tilang Bagi Kendaraan yang Terjaring Razia

Baca juga: Terungkap Bukti Baru Pembunuhan Tuti-Amalia di Subang, Yoris Bingung Banyak Sidik Jari sang Ayah

Antioksidan yang dimaksud berguna untuk mengatasi penuaan dini, sementara pengujian antibakteri menggunakan bakteri Propionibacterium acnes untuk melihat zona hambat dalam mengatasi jerawat.

Bahkan dikatakan mereka, zona hambat dari ekstrak daun cempedak lebih besar dibandingkan parameter uji yakni amoxicilin (antibiotik).

Dia bersama rekannya Faizah Alivia Putri dan Widia mengaku mencoba langsung hasil penelitian berupa masker cempedak tersebut ke wajah mereka.

"Kami sudah uji ke wajah kami dan beberapa responden, selama 15-20 menit seperti masker lainnya dan kami amati selama 72 jam.

Alhamdulilah tidak iritasi, tidak gatel, atau tidak ada efek samping. Setelah diaplikasi terasa lembab dan lembut di wajah," katanya.

Tiga mahasiswi Kimia UBB saat penelitian daun cempedak jadi masker wajah.
Tiga mahasiswi Kimia UBB saat penelitian daun cempedak jadi masker wajah. (Dok/Bangkapos.com)

Tak hanya itu, dalam hal keamanan masker ini, mereka  telah melakukan berbagai uji seperti, uji organoleptik,  uji pH masker, uji waktu mengering, uji dayasebar, uji homogenitas dan uji iritasi responden. 

Baca juga: 257 Warga Sembuh dari Corona, Waspada Kasus Kematian di Bangka Belitung Masih Tinggi, Patuhi Prokes

Baca juga: Ini Resep Ramuan Anang Hermansyah yang Tak Pernah Capek Setiap Hari Minta Dilayani Ashanty

Sementara, mereka juga sudah membuat kemasan menarik bernuansa hitam dan hijau dengan desain daun cempedak.

"Kalau program ini berkelanjutan, kami ini buka kewirausahaan, tapi masih belum ada dana untuk ke tahap pemasaran, mau ngaju lagi, kalau acc, bisa lanjut. Nanti juga kami akan mengurus hak paten, izin edar dan izin pemasaran lainnya,"  harap Syarmila.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved