Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Percepat Pelaksanaan Vaksinasi, Dinkes Bangka Tengah Tambah 90 Tenaga Vaksinator  

Dinas Kesehatan  Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) menambah sebanyak 90 tenaga vaksinator. Hal ini dilakukan guna mempercepat proses pelaksanaan vaksin

Penulis: Sela Agustika | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Pelaksanaan Vaksinasi di Kabupaten Bangka Tengah. (Bangkapos.com/Sela Agustika). 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Dinas Kesehatan  Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) menambah sebanyak 90 tenaga vaksinator. Hal ini dilakukan guna mempercepat proses pelaksanaan vaksinasi dan mencapai herd immunity masyarakat di wilayahnya.

"Jadi untuk target kita Desember ini 70 persen warga tervaksin, untuk percepatan pelaksanaan vaksinadi dan mencapai herd immunity ini kita juga menambah tenaga vaksinator sebanyak 90 orang yang kita tambahkan di masing-masing fasilitas kesehatan (Faskes), seperti Puskesmas dan RSUD," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka Tengah, Zaitun kepada Bangkapos.com, Minggu (19/9/2021).

Zaitun mengungkapkan, saat ini antusias masyatakat untuk mendapatkan vaksinasi di wilayahnya tinggi. Di mana pihaknya juga rutin melayani vaksinasi di Puskesmas maupun turun langsung ke desa-desa yang ada di wilayah.

"Sekarang ini kita bukan hanya melayani vaksinasi di Puskesmas saja, tetapi juga turun langsung ke sekolah-sekolah atau desa yang melibatkan langsung vaksinator di wilayah terdekat. Untuk itu kita tambah tenaga vaksinator ini agar pelayanan vaksinasi ini bisa optimal dilakukan," ujarnya.

Dalam pelayanan vaksinasi ini pihaknya melibatkan sebanyak sembilan fadilitas kesehatan (Faskes) dan rumah sakit.

"Jadi ada sembilan puskesmas di masing-masing kecamatan ini yang melayani vaksinasi, satu RSUD Bangka Tengah, dan rencanaya kita juga akan lakukan pelayanan vaksinasi di Rumah Sakit Umum Pratama," ucapnya.

Kata Zaitun, dalam pelaksanaan vaksinasi ini ada tiga jenis vaksin yang saat ini digunakan yakni, sinovac, moderna, dan asrtazeneca.

"Untuk vaksinasi yang kita berikan ini tiga jenis yakni Sinovac, Moderna, dan AsrtaZeneca. Tetapi untuk pelajar atau remaja yang usia di bawah 18 tahun sesuai anjuran harus jenis sinovac, sedangkan untuk umum bisa dilakukan penyuntikan vaksin ketiga jenis ini," pungkasnya.

Ia mengimbau kepada masyatakat untuk bersama-sama mendukung program percepatan vaksinasi dan tidak takut divaksin.

"Jang khawatir sejauh ini belum ada kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) berat, hanya yang dialami ini seperti gejala ringan sakit kepala, mual, atau demam pada umumnya," ujar Zaitun. (Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved