Breaking News:

186 Anak di Bangka Belitung Ditinggalkan Orang Tuanya Karena Meninggal Dunia Terpapar Covid-19

Total sebanyak 186 anak berstatus, yatim, piatu dan yatim piatu ditinggalkan orang tuanya karena meninggal dunia terjangkit Covid-19 di Provinsi Babel

Penulis: Riki Pratama | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/Dokumentasi
Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Budi Utama 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Total sebanyak 186 anak berstatus, yatim, piatu dan yatim piatu ditinggalkan orang tuanya karena meninggal dunia terjangkit Covid-19 di Provinsi Bangka Belitung.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Budi Utama, mengatakan jumlah tersebut merupakan jumlah anak pada tahap pertama yang didata oleh Dinsos Babel.

"Tentunya masih terus bertambah, cuman gelombang pertama kita setop, sekarang kembali kita melakukan pendaftaran gelombang kedua. Mereka yang orang tuanya meninggal dunia karena Covid-19 mendapatkan bantuan yang nanti disampaikan melalui petunjuk teknis gubernur," jelas Budi Utama kepada Bangkapos.com, Senin (20/9/2021).

Budi, menambahkan anak yang ditinggalkan orang tua karena Covid-19, akan mendapatkan bantuan biaya sekolah dan beasiswa bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan hingga ke perguruan tinggi.

"Bantuan nanti kita keluarkan juknis melalui SK gubernur, kita sudah rapat bersama Baznas sudah ditetapkan intinya bantuam per untuk pendidikan per jenjang, sekolah, SD, SMP dan SMA untuk biaya sekolah. Bagi mereka berprestasi nanti di sekolah lagi kalau mau melanjutkan. Tetapi bila tidak, hanya sampai SMA," ungkapnya.

Baca juga: Tak hanya Rp5 Ribu, Uang Rp1000 Sampai Rp100 Ribu Juga Dijual Rp15 Juta Asal Nomor Seri Begini

Baca juga: Warung Mie Rebus Toping Daging Manusia Terungkap, yang Memakannya Akan Alami Penyakit Ini

Baca juga: MUI Angkat Bicara soal Penganiayaan Penista Agama M Kece, Ini Isi Surat Terbuka Irjen Napoleon

Budi juga menambahkan daei program yang ditawarkan Pemprov Babel, tidak semuanya orang tua atau keluarga dari anak bersedia, karena sebagian ada juga yang mampu sendiri mensekolahkan anaknya.

"Untuk biaya hidup belum, karena melihat dahulu sampai kapan Covid ini, karema takutkan dia banyak, jadi lumayan. Selain itu ada beberapa keluarga mereka menggap mampu, sehingga tidak mau, jadi mereka yang tidak mau kita tidak apa," terangnya.

Selain bantuan dari Pemprov Babel, Baznas nantinya anak yatim piatu ini akan mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial yanng masih ditunggu realisasinya.

"Bantuan nanti ada dari Kementerian Sosial sudah kami kirim data-datanya, tetapi bantuan apa yang diberikan belum final,"kata Budi.

Berdasarkan data Dinsos Babel jumlah update data per 14 September 2021, tersebar dibeberapa daerah, Bangka Tengah  15 anak, Bangka Barat 13 anak, Pangkalpinang, 68 anak, Bangka Selatan 40 anak, Belitung  21 anak, Beltim 14  anak dan Bangka 15  anak, total menjadi  186 anak.

Sementara untuk tambahan kasus Covid-19 di Babel hingga, Senin (20/9/2021) berdasarkan data Satgas Covid-19 Babel berjumlah 79 kasus, dengan total keseluruhan kasus 50.570 kasus.

Kasus sembuh dari Covid-19 sebanyak 218 kasus, total 47.502 kasus, dan meninggal dunia bertambah 6 total 1.365 kasus. (Bangkapos/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved