Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Jelang Berakhirnya PPKM 20 September 2021, Satgas Covid-19 Babel Beberkan Kondisi dan Peta Risiko

Jelang Berakhirnya PPKM 20 September 2021, Satgas Covid-19 Babel Beberkan Kondisi dan Peta Risiko

Penulis: Teddy Malaka (CC) | Editor: Teddy Malaka
Bangkapos.com/Ramandha
Juru Bicara (Jubir) Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Babel, Andi Budi Prayitno 

BANGKAPOS.COM - Seperti apa kondisi penanganan Covid-19 di Bangka Belitung jelang berakhirnya PPKM hari ini, 20 September 2021. Jumlah kasus terbaru dan jumlah orang meninggal karena Covid-19 terus menurun.

Minggu 19 September 2021, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Andi Budi Prayitno, menyampaikan informasi mengenai situasi dan perkembangan terkini penanganan Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bahwa 60 (enam puluh) orang terkonfirmasi Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dengan kumulatif 50.491 orang.

Sementara kasus yang dinyatakan sembuh atau selesai menjalani isolasi bertambah sebanyak 229 orang (kumulatif 47.284). Adapun kasus meninggal dunia Covid-19 sebanyak 5 orang (kumulatif 1.359).

Kesiapsiagaan daerah terutama dalam melakukan tracing, testing, dan treatment yang agresif dan masif dalam merespon kasus Covid-19 merupakan kunci untuk mengendalikan kasus.

Baca juga: Sering Pakai Baju Olahraga, Gaun Putih Maria Vania Mencuri Perhatian Saat Berada di Bali

Baca juga: Tak hanya Rp5 Ribu, Uang Rp1000 Sampai Rp100 Ribu Juga Dijual Rp15 Juta Asal Nomor Seri Begini

Baca juga: Warung Mie Rebus Toping Daging Manusia Terungkap, yang Memakannya Akan Alami Penyakit Ini

Kenaikan kesembuhan harus terus ditingkatkan hingga mencapai target signifikan sehingga lebih tinggi dari kasus baru dengan terus melakukan tidak hanya peningkatan tracing dan testing dengan penyelidikan epidemiologi (PE) yang lebih serius untuk mengidentifikasi klaster-klaster penularan. 

Namun juga treatment khususnya penyediaan fasilitas isolasi terpusat/terpadu dan kualitas pelayanan kesehatan agar kesembuhan dapat ditingkatkan dan kematian dapat dicegah serta diminimalisasi.

Andi Budi Prayitno mengatakan, masih terjadinya penularan Covid-19 yang masif dan tingginya kasus kematian akibat Covid-19 di sejumlah daerah ditengarai disebabkan oleh meningkatnya mobilitas dan kegiatan berkerumun masyarakat di tempat-tempat keramaian dan fasilitas publik baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, tak terkecuali aktivitas keagamaan dan rekreasi/pariwisata, lantaran melalaikan dan mengabaikan atau tidak mengindahkan penerapan Protokol Kesehatan.

Dalam hal ini, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di lembaga pendidikan/sekolah perlu mendapat perhatian serius para pihak pemegang otoritas dan pengambil kebijakan.

"Untuk itu penting keberadaan Satgas Covid-19 di sekolah terutama dalam mengawal dan mengawasi pelaksanaan Protokol Kesehatan di sekolah. Demikian halnya kegiatan atau acara yang menimbulkan kerumunan orang banyak seperti pesta atau resepsi pernikahan," katanya,

Di samping itu, ketidakdisiplinan mereka yang dinyatakan positif Covid-19 yang menjalani swaisolasi atau karantina mandiri di rumah/tempat tinggalnya serta tidak berjalan efektifnya Posko Covid-19 di tingkat RT/RW, desa/kelurahan, dan kecamatan, ditambah ketidakpedulian masyarakat untuk turut serta melakukan pengawasan terhadap orang yang positif Covid-19 menambah panjang daftar orang yang terpapar dan tertular Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved