Breaking News:

Masih PPKM Level 3, Satgas Covid-19 Bangka Tengah Ajak Masyarakat Ikut Sukseskan Program Vaksinasi

Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kabupaten Bangka Tengah masih berada di level 3.

Penulis: Sela Agustika | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/Sela Agustika
Ketua Tim Satgas Covid-19 Bangka Tengah, Yudi Sabara 

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kabupaten Bangka Tengah masih berada di level 3.

Ketua Tim Satgas Covid-19 Bangka Tengah Yudi Sabara menargetkan wilayahnya bisa segera turun level dua.

Kata Yudi, dalam pemberlakuan PPKM ini pihaknya tetap menerapkan aturan terkait PPKM Level 3 sesuai dengan instruksi Mendagri.

"Dalam PKKM level 3 ini tentunya kita ikut Inmendagri, dan turunannya terhadap aturan itu kami sesuaikan juga dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur. Intinya penerapan protokol kesehatan menjadi upaya yang memang harus diterapkan dengan ketat," ungkap Yudi kepada Bangkapos.com, Senin (20/9/2021).

Yudi menuturkan, langkah utama yang saat ini dilakukan pihaknya dalam menekan penyebaran virus Covid-19 dan menurunkan status level 3 ke level 2, yakni dengan mengoptimalkan percepat vaksinasi dengan megajak masyarakat ikut berpartisipasi mensukseskan program vaksinasi.

Bahkan ia menargetkan Desember 2021 ini realisasi vaksinasi di Bangka Tengah bisa mencapai angka 70 persen.

"Percepatan vaksinasi ini menajdi langkah utama kita bersama berbagai linta sektor untuk menekan virus covid-19 ini. Yang mana kita ketahui berdasarkan kasus konfirmasi positif covid-19 dan angka kematian karena Covid-19 bulan ini (September -red) menurun dibandingkan bulan lalu (Agustus -red), dimana sebelumnya angka kaus positif bulan lalu mencapai 1.800, dan bulan ini diangka 400 an, dan kita berharap semoga bisa terus menurun," ujar Yudi.

"Target kita bulan ini capaian vaksinasi bisa di angka 40 persen dan Desember nanti sudah mencapai 70 persen atau lebih. Sehingga kita terus sosialisasikan ke masyatakat untuk mensukseskan vaksinasinini," tambahnya.

Baca juga: MUI Angkat Bicara soal Penganiayaan Penista Agama M Kece, Ini Isi Surat Terbuka Irjen Napoleon

Baca juga: Warung Mie Rebus Toping Daging Manusia Terungkap, yang Memakannya Akan Alami Penyakit Ini

Baca juga: Tak hanya Rp5 Ribu, Uang Rp1000 Sampai Rp100 Ribu Juga Dijual Rp15 Juta Asal Nomor Seri Begini

Sementara itu untuk persyaratan menunjukan vaksinasi di tempat wisata Yudi mengungkapkan tidak menjadi persyaran, namun mewajibkan para pengelolah wisata ataupun pengunjung wisata menerapkan protokol kesehatan ketat.

"Untuk di tempat wisata ini kita hanya mewajibkan menerapkan protokol kesehatan ketat baik bagi pengelolah ataupun pengunjung, untuk syarat vaksin sampai saat ini belum. Tetapi jikapun sudah ada SK nya untuk menunjukan bukri vaksin, maka akan kita ikuti sesuai SK," kata Yudi.

Lanjutnya ia menuturkan saat ini pihaknya pun terus melakukan sosialsiasi penerapan prokes dan melakukan pemantau di tempat- isolasi terpadu (isoter) yang ada di masing-masing kecamatan.

"Untuk kesadaran prokes ini kita lihat maish rendah, khsuusnya di daerah perkampungan dan ini selalu kita sosialisasikan ke masyarakat pentingnya penerapan prokes. Dan untuk tempat isoter sendiri saat ini masih aktif. Kita juga terus lakukan pemantauan," pungkas Yudi.

Ia pun berharap dengan upaya percepatan vaksinasi dan sosialisasi yang gencar dilakukan saat ini bisa menekan angka kasus covid-19. (Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved