Breaking News:

Berita Sungailiat

Dinkes Bangka Gelar Sosialisasi Hygiene Sanitasi Rumah Makan dan Jasa Boga, Ini Tujuannya

Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka menggelar sosialisasi hygiene sanitasi rumah makan dan jasa boga sebagai upaya menjamin kebersihan di

Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Sosialisasi hygiene sanitasi rumah makan dan jasa boga di OR Bina Praja Kantor Bupati Bangka, Selasa (21/9/2021). (Bangkapos/Arya Bima Mahendra) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka menggelar sosialisasi hygiene sanitasi rumah makan dan jasa boga sebagai upaya menjamin kebersihan di rumah makan. Sosialisasi tersebut dilaksanakan di OR Bina Praja Kantor Bupati Bangka, Selasa (21/9/2021).

Bupati Bangka Mulkan, Wakil Bupati Bangka Syahbudin dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka dr Then Suyanti menjadi pemateri di acara ini.

Then menyebutkan bahwa peserta sosialisasi merupakan para pelaku atau pemilik dari usaha tata boga. Selain itu juga dilibatkan para petugas kesehatan di tiap Puskesmas guna melakukan pemantauan dan pendampingan.

"Tujuan kita yaitu untuk meningkatkan rumah makan atau penyedia jasa boga untuk memiliki sertifikat layak hygiene sanitasi. Tentunya hal tersebut juga harus diiringi dengan konsistensi untuk terus menjaga kualitasnya," ujar Then.

Then menilai bahwa terdapat setidaknya  161 rumah makan yang ada di Kabupaten Bangka. Meski demikian belum semuanya dinyatakan memenuhi syarat dan memiliki sertifikat laik hygien.

"Baru ada130 yang memenuhi syarat dan 64 memiliki sertifikat laik, sedangkan untuk usaha tata boga terdata 22 dan 20 diantaranya sudah memenuhi syarat serta 10 memiliki sertifikat laik," katanya.

Sementara itu, Bupati Bangka Mulkan menyebutkan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut merupakan upaya untuk memberikan suatu jaminan bagi masyarakat.

Adapun jaminan yang dimaksud adalah jaminan secara kualitas maupun jaminan kesehatan dari produk olahan makanan yang disajikan oleh pihak rumah makan dan usaha tata boga di wilayah Kabupaten Bangka.

"Dengan perkembangan semakin banyaknya jajanan makanan, maka perlu adanya upaya untuk meningkatkan suatu jaminan terhadap masyarakat ataupun lingkungan," kata Mulkan.

Mulkan menegaskan hal semacam itulah yang harus diperhatikan agar tidak memberikan dampak negatif kepada konsumen. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved