Minggu, 17 Mei 2026

Materi Belajar

Kunci Jawaban Tema 2 Kelas 6 SD Halaman 25 27, 28, 30, dan 35 Rukun Dalam Perbedaan

Kunci jawaban ini merupakan jawaban untuk soal halaman 27, 28, 30, dan 35. Simak bacaan berikut ini.

Tayang:
Buku Tematik Kelas 6 SD
ilustrasi bermain buku tematik 

BANGKAPOS.COM - Berikut kunci jawaban Buku Tematik Tema 2  Persatuan dan Perbedaan subtema 1 Rukun Dalam Perbedaan Kelas 6 SD.

Kunci jawaban ini merupakan jawaban untuk soal halaman 27, 28, 30, dan 35.

Simak bacaan berikut ini.

Baca juga: Penampilan Ayu Ting Ting Pakai Mini Dress Ala Korea Jadi Sorotan, Pose Berdiri Kelihatan Paha

Baca juga: Persyaratan Naik Pesawat Lion Air Group Lengkap dengan Aturan Penerbangan Terbaru

Ayo Membaca

Persatuan sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Segala perbedaan yang ada dikesampingkan untuk kepentingan bersama. Terkadang perbedaan yang dimiliki oleh suatu kelompok dapat memperkaya keputusan yang diambil.

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, terdapat beberapa peristiwa penting yang perlu kita ketahui, di antaranya sebagai berikut.

Tanggal 9 Agustus 1945, Ir. Soekarno, Moh. Hatta dan Dr. Radjiman Wedyodiningrat pergi ke Dalat, Saigon untuk bertemu dengan Marsekal Terauchi, Panglima Besar Tentara Jepang di Asia Tenggara. Panglima tersebut menyampaikan informasi kepada pemerintah Indonesia bahwa Jepang akan memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia.

Saat itu tentara Jepang sedang terdesak oleh tentara sekutu. Beberapa wilayah Jepang dijatuhi bom oleh tentara musuh. Untuk menarik simpati rakyat Indonesia, Jepang memutuskan untuk menghadiahkan kemerdekaan.

Baca juga: PPKM 21 September-4 Oktober, Perjalanan Naik Pesawat Harus Pakai PCR Kecuali antar Kota di Jawa Bali

Pertemuan antara Panglima Jepang dan Pemerintah Indonesia memicu pertentangan di dalam negeri. Terjadilah perbedaan pendapat antara tokoh golongan tua dan golongan muda. Golongan muda tidak ingin kemerdekaan Indonesia diatur oleh Jepang. Mereka menginginkan proses kemerdekaan Indonesia disiapkan oleh bangsa Indonesia tanpa ada campur tangan asing.

Berdasarkan bacaan tersebut, tulislah informasi penting pada peta pikiran berikut!

Jawaban halaman 27:
Apa peristiwa yang terjadi pada bacaan di atas?
Jawaban: Pada bacaan di atas terjadi peristiwa Menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Mengapa Marsekal Terauchi memanggil ketiga tokoh Indonesia?
Jawaban: Marsekal Terauchi ingin menyampaikan informasi kepada pemerintah Indonesia bahwa Jepang akan memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia.

Siapa saja tokoh yang pergi menemui Panglima Besar Tentara Jepang?
Jawaban: Ketiga tokoh yang pergi menemui Panglima Besar Tentara Jepang adalah Ir. Soekarno, Moh. Hatta dan Dr. Radjiman Wedyodiningrat.

Di Mana Pertemuan antara Tentara Jepang dan Pemerintah Indonesia dilaksanakan?
Jawaban: Pertemuan antara Tentara Jepang dan Pemerintah Indonesia dilaksanakan di Dalat, Saigon.

Kapan tentara Jepang terdesak oleh tentara sekutu?
Jawaban: Tanggal 9 Agustus 1945 tentara Jepang sedang terdesak oleh tentara sekutu.

Bagaimana keadaan Indonesia setelah adanya pertemuan tersebut?
Jawaban: Setelah pertemuan antara Panglima Jepang dan Pemerintah Indonesia memicu pertentangan di dalam negeri antara tokoh golongan tua dan golongan muda.

Diskusikanlah peta pikiranmu dengan teman di kelompokmu! Kembangkan informasi pada peta pikiran menggunakan kalimatmu sendiri. Serahkanlah hasil pekerjaanmu kepada gurumu.

Ayo Berdiskusi! Amati gambar berikut!

ilustrasi bermain buku tematik

Jawaban halaman 28:

Seandainya kamu sedang bermain bersama mereka, apa yang harus kamu perhatikan terkait kerukunan dan persatuan?

Jawaban:

Seandainya aku sedang bermain bersama mereka, maka yang harus aku perhatikan terkait kerukunan dan persatuan adalah tidak membedakan bersasarkan suku bangsa atau agama.

Apakah kamu telah menerapkan nilai-nilai kerukunan terkait persatuan dan kesatuan dalam kehidupanmu sehari-hari? Jelaskan dan beri 3 contoh kegiatan dan perbedaan yang ada!

Jawaban:

Salah satu nilai Pancasila yang harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah Persatuan Indonesia. Dengan menjaga persatuan mulai dari lingkungan sekitar, maka kita telah turut serta dalam menjaga persatuan Indonesia.

Beberapa contoh dari menjaga kerukunan dan perbedaan yang ada dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut.
– Ikut menjaga dan tidak mengganggu umat agama yang berbeda agama dengan kita dalam menjalankan ibadah mereka.
– Membantu tetangga kita yang terkena musibah walaupun tetangga kita berbeda suku dan budaya dari kita.
– Menjalin komunikasi dan berinteraksi sosial dengan orang yang berbeda dengan kita seperti berbeda agama, suku, budaya.

Apa manfaat yang kamu peroleh dari nilai-nilai tersebut? Tulislah 3 manfaat yang kamu rasakan!

Jawaban: Kehidupan bermasyarakat yang rukun akan memberikan manfaat pada manusia sebagai makhluk sosial, berikut ini beberapa diantaranya:

Kehidupan Lebih Harmonis
Hidup rukun dapat membuat keadaan menjadi lebih harmonis. Hubungan keluarga dan juga masyarakat yang harmonis tentu saja nantinya jika suatu saat menghadapi masalah orang lain akan sangat senang untuk membantunya.

Keadaan Lebih Aman
Dengan hidup rukun hidup menjadi lebih aman dan tentram. Jika kita hidup menjaga hubungan baik, tentu saja tidak ada ancaman dari pihak lain.

Mempererat Tali Persatuan
Manfaat hidup rukun selanjutnya adalah akan membantu memperkokoh persatuan dan juga kesatuan antar anggota masyarakat.

Bekerja sama dapat mempermudah pekerjaan. Tujuan mulia bisa tercapai karena persatuan.

Jawaban halaman 30:

1. Bacalah cerita di bawah ini!
Siti, Udin, Lani, Edo, Beni dan Dayu menjual martabak buatan Ibu Lani. Mereka sedang bekerja sama untuk mengumpulkan dana bagi temannya yang sedang dirawat. Mereka mengikuti bazar makanan di lingkungan tempat Dayu tinggal. Enam sekawan menjual 8 martabak. Setiap martabak dipotong menjadi 12 potong. Mereka berhasil menjual 90 potong.
a. Berapa martabak yang terjual?

Tulislah jawabanmu pada tempat yang disediakan! Kamu harus bisa menjelaskan jawabanmu melalui tulisan.

Jawaban:
a. Diketahui:
Ada 8 x 12 potong martabak = 96 potong
Jumlah martabak yang terjual = 90 potong

Ditanyakan:
Berapa martabak yang terjual dan martabak yang tersisa

Jawab:
Banyak martabak yang terjuall adalah jumlah martabak yang ada dikurangi martabak yang tersisa.
= 8 x 12 – 6
= 96 – 6
= 90 potong
Jadi, jumlah martabak yang terjual adalah 90 potong.

b. Martabak yang tersisa dapat ditentukan dengan cara mengurangkan martabak yang ada dengan martabak yang terjual.
= 8 x 12 – 90
= 96 – 90
= 6
Jadi, martabak yang tersisa ada 6 potong.

Jumlah martabak ada 8, kemudian di potong menjadi 12 potong. Itu berarti jika ditulis dalam kalimat matematika adalah 8 x 12 = 96. Kemudian mereka berhasil menjual 90 potong. Ini berarti jumlah martabak mereka telah berkurang sebanyak 90 potong, sehingga diperoleh 96 – 90 = 6 potong.

2. Selain martabak, enam sekawan juga menjual dodol buatan Ibu Udin. Mereka memiliki 5 5/6 dodol. Seluruh dodol dipotong menjadi 6 potong yang sama. Berapa pembeli yang akan mendapat 5 potongan dodol yang sama?
Bagaimana kamu menemukan jawabannya? Gunakan gambar untuk membantu jawabanmu! Tulislah pada tempat yang tersedia

Jawaban:
Diketahui:
Ada 5 5/6 dodol. seluruh dodol dipotong menjadi 6 potong yang sama.

Ditanyakan:
Berapa pembeli yang akan mendapat 5 potongan dodol yang sama?

Jawab:
Pembeli yang mendapat 5 potongan dodol yang sama dapat dicari dengan mengalikan 5 5/6 dengan 6 kemudian dibagi 5. Untuk memudahkan pecahan campuran diubah ke bentuk campuran biasa. Untuk mengalikan pecahan kalikan pembilang dengan pembilang serta penyebut dengan penyebut. Sedangkan untuk membagi pecahan salah satu pecahan harus dibalik dan pembagian diubah menjadi perkalian. Jadi banyak pembeli yang mendapat kan 5 potongan dodol yang sama ada 7 orang.

Bacalah teks berikut dalam hati!

Edo, Lani, Siti, Udin, Dayu, dan Beni berencana mengikuti festival budaya. Saat ini mereka sedang berdiskusi untuk menentukan budaya yang akan mereka usung. Edo dan teman-temannya sangat antusias mengikuti festival ini. Mereka ingin memperkenalkan seni dan budaya suku-suku yang ada di Indonesia. Menentukan kebudayaan mana yang akan dipilih tidak mudah. Semua budaya yang dimiliki Indonesia sangat beragam dan menarik.

Akhirnya Edo dan teman-temannya memutuskan untuk memperkenalkan permainan Rangku Alu. Permainan Rangku Alu berasal dari Nusa Tenggara Timur. Dalam masyarakat Manggarai, Rangku Alu dilakukan untuk merayakan hasil panen perkebunan dan tani.

Edo dan teman-temannya sangat bangga dengan kebudayaan Indonesia.

Jawaban halaman 35:

Ceritakan tentang makna Proklamasi Kemerdekaan yang tercermin pada kegiatan Edo dan teman-temannya!

Jawaban: Makna proklamasi kemerdekaan yang tercermin dari kegiatan Edo dan teman-temannya sesuai teks terlampir adalah dengan mencintai dan bangga atas kebudayaan bangsa Indonesia. Edo dan kawan-kawanya memperkenalkan permainan Rangku Alu yang berasal dari NTT.

Apa yang kamu pelajari dari kegiatan Edo dan teman-temannya terkait makna Proklamasi Kemerdekaan?

Jawaban: Saya belajar dari kegiatan Edo dan teman-temannya terkait makna proklamasi kemerdekaan adalah bahwa kecintaan dan kebanggan atas kebudayaan bangsa harus diwujudkan secara nyata dengan aktif melestarikan kebudayaan tersebut dengan memperkenalkannya pada khalayak umum.

Berikan contoh penerapan makna Proklamasi Kemerdekaan dalam kehidupanmu sehari-hari, baik di rumah, sekolah, dan masyarakat!

Jawaban: Beberapa contoh penerapan makna proklamasi kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari baik itu di rumah, sekolah maupun masyarakat.

Di lingkungan rumah, makna proklamasi diwujudkan dengan menerapkan sikap persatuan dan kesatuan dengan sesama anggota keluarga.

Di lingkungan sekolah, makna proklamasi diwujudkan dengan belajar sungguh-sungguh dalam mengisi kemerdekaan bangsa.

Di lingkungan masyarakat, wujud penerapan makna proklamasi adalah dengan mempererat persaudaraan dalam suasana kekeluargaan dengan kerja bakti, gotong royong, musyawarah demi kepentingan bersama dan masih banyak lagi lainnya.

Makna proklamasi kemerdekaan dapat diwujudkan dengan mencintai dan bangga atas kebudayaan bangsa Indonesia. Kecintaan atas kebudayaan bangsa harus diwujudkan secara nyata dengan aktif melestarikan kebudayaan tersebut. Makna proklamasi juga dapat diterapkan baik di sekolah, keluarga maupun masyarakat.

(Bangkapos.com/Vigestha Repit)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved