Breaking News:

bangka pos hari ini

Operasi Patuh Sasar Pengantre BBM di Belitung Timur

Beberapa hal akan menjadi sasaran dalam operasi kali ini, termasuk dengan kondisi kelangkaan BBM yang saat ini terjadi di Belitung Timur.

Penulis: Rusaidah (CC) | Editor: Agus Nuryadhyn
Bangka Pos/Bryan Bimantoro
Situasi antrean masyarakat di SPBU Padang, Manggar, Belitung Timur, Senin (20/9) 

BANGKAPOS. COM - Operasi Patuh Menumbing 2021 resmi dimulai, Senin (20/9/2021).

Beberapa hal akan menjadi sasaran dalam operasi kali ini, termasuk dengan kondisi kelangkaan BBM yang saat ini terjadi di Belitung Timur.

Kapolres Belitung Timur AKBP Taufik Noor Isya mengatakan para pengantre BBM yang memenuhi SPBU hingga mengular ke jalanan berisiko menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Karena itu, katanya, harus ada langkah preventif agar antrean mereka tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.

"Mereka akan tetap jadi sasaran kita jika memang mengganggu ataupun dokumen kendaraannya tidak lengkap. Termasuk penindakan jika ada yang mengggunakan tangki modif di kendaraannya untuk mengantre," kata AKBP Taufik seusai Apel Gelar Pasukan, Senin (20/9).

Dia bilang sudah menempatkan personel di tiap SPBU untuk merapikan antrean kendaraan. Pihaknya juga sudah mengimbau ke pengelola SPBU agar bisa mengelola antrean supaya bisa tertib.

Baca juga: Kebijakan PPKM Terbaru: Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Mall, Bioskop dan Liga 2 Dibuka

Dia menegaskan kepada anggotanya jika pengantre masih bandel bisa langsung ditilang. Untuk jangka pendek, dia mengaku akan bekerja sama dengan pemda mencari jalan keluar terhadap permasalahan kelangkaan BBM ini.

"Ada masalah-masalah lain. Kenapa sampai minyak terlihat tidak ada, padahal kita monitor stoknya gak kurang. Kita akan carikan solusinya bersama," kata AKBP Taufik.

Lebih jauh, dalam operasi ini ada empat sasaran yaitu segala bentuk kegiatan yang berpotensi jadi klaster penyebaran Covid-19, masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan, masyarakat yang tidak disiplin berlalu lintas, serta lokasi rawan macet, pelanggaran, kecelakaan lalu lintas, dan rawan kerumunan.

Kapolres bilang pihaknya akan mengedukasi masyarakat agar menghilangkan kebiasaan-kebiasaan yang tidak benar, seperti menyalakan sign lamp ke kiri tapi malah belok ke kanan.

"Kemudian pemahaman bahwa kendaraan yang lebih besar salah dan kendaraan yang lebih kecil pasti benar itu keliru. Kita akan objektif dan melihat prioritas pengguna jalan sampai terjadinya kecelakaan," kata Kapolres sembari berharap pelaksanaan operasi sampai 3 Oktober 2021 mendatang berjalan lancar.

Baca juga: BREAKINGNEWS,Gelombang Tinggi Satu Sekoci KMP Musi 1 Terbalik, Empat Orang Selamat Satu Masih Hilang

Halaman
123
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved