Kamis, 16 April 2026

Berita Sungailiat

Pelajar Dapat Bantuan Paket Internet 7-15 GB Selama Tiga Bulan, Ini Penjelasannya  

Bantuan berupa paket kuota internet selama tiga bulan bakal diberikan kepada para siswa, baik itu jenjang TK/PAUD, SD, SMP dan SMA.

Penulis: Arya Bima Mahendra |
bangkapos.com
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka, Rozali Romkad. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bantuan berupa paket kuota internet selama tiga bulan bakal diberikan kepada para siswa, baik itu jenjang TK/PAUD, SD, SMP dan SMA.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka, Rozali Romkad mengatakan, petunjuk teknis (Juknis) pemberian bantuan tersebut telah dituangkan dalam Peraturan Sekjen Kemendikbudristek RI Nomor 4 Tahun 2021.

Dalam aturan tersebut menjelaskan bahwa para pemberian kuota internet dilakukan untuk memudahkan proses pelaksanaan kegiatan belajar online selama masa Pandemi Covid-19.

Siswa di setiap jenjang pendidikan akan mendapatkan bantuan kuota internet tersebut dalam jumlah yang berbeda-beda. "Untuk PAUD dapat 7 GB, jenjang pendidikan dasar dan menengah dapat 10 GB," kata Rozali, Selasa (21/9/2021).

Selain itu, kalangan mahasiswa dan dosen juga akan menerima bantuan kuota internet dengan jumlah yang lebih besar. "Mahasiswa dan dosen dapat 15 GB, sedangkan pendidik/guru dapat 12 GB," ucapnya.

Ada pun tata cara untuk menerima bantuan paket kuota tersebut adalah dengan melalui input data nomor handphone aktif kepada operator masing-masing sekolah.

"Jadi operator Dapodik (data pokok peserta didik) sekolah yang input datanya ke Kemendikbudristek, makanya satu nomor hanya bisa untuk satu siswa," ujarnya.

Sebenarnya kata Rozali, sejak Tahun 2020, bantuan paket kuota untuk pelajar sudah ada. Saat ini bantuan tersebut kembali diberikan dalam menyambut Tahun Ajaran 2021/2022 yang telah dimulai sejak Bulan Juli lalu.

Meski demikian, untuk tahun ajaran kali Ini, Rozali mengaku tidak mengetahui kapan pemberian kuota tersebut diberikan. "Kalau bulan pastinya kami kurang tau, soalnya yang input data langsung dari pihak sekolah.

Kalau belajar dari tahun sebelumnya, biasanya paket kuota internetnya langsung masuk ke hp siswa, bisa secara serempak ataupun bertahap," tambahnya.

Rozali berpesan agar para siswa memanfaatkan sebaik mungkin bantuan kuota internet yang diberikan oleh pemerintah tersebut untuk keperluan belajar online.

"Kadang-kadang ada orangtua yang ngeluh paket kuotanya cepet habis, padahal bantuan paket kuota tersebut hanya ditujukan untuk pembelajaran, bukan untuk nonton Video YouTube, main game dan lain sebagainya," katanya. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved