Nelayan Hilang di Laut
Tim SAR Gabungan Dihadang Ombak Besar, Pencarian Salim Terhambat Lagi
Angin kencang dan ombak besar kembali menghambat upaya pencarian Salim (43), Warga Paritpekir Sungailiat Bangka yang hilang di laut, Selasa (21/9/2021
Penulis: deddy_marjaya |
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Angin kencang dan ombak besar kembali menghambat upaya pencarian Salim (43), Warga Paritpekir Sungailiat Bangka yang hilang di laut, Selasa (21/9/2021). Dua kali Tim SAR gabungan dihadang angin kencang dan ombak besar saat turun ke laut dalam upaya pencarian.
"Tadi pagi kita turun kelaut kemudian siangnya usai istirahat kembali turun di tengah kita dihadang angin dan ombak besar penyisiran disekitar lokasi hilangnya korban tidak bisa lama kita lakukan," kata M Achin, Ketua Laskar Sekaban yang ikut terlibat pencarian.
Achin menambahkan, komunikasi dengan para nelayan yang melaut juga dilakukan dengan menggunakan frekuensi radio. "Komunikasi dengan nelayan dilaut menghimpun informasi juga kita lakukan," katanya.
Sementara itu, Tim SAR gabungan mendirikan posko pencarian korban di Pantai Tuing melibatkan personel dari Kantor Basarnas, Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung, Satpolairud Polres Bangka dan Laskar Sekaban.
Seperti dieketahui Salim (43) Warga Paritpekir Sungailiat Kabupaten Bangka hilang di laut. Berdasarkan keterangan pemilik kapal, Talib korban diduga tertidur di bagian belakang kapal saat ombak menghantam kapal sehngga terlempar kelaut. Kejadian tersebut bermula Minggu (19/9/2021) sore saat KM Andi Nurul yang dinahkodai oleh Andi Amir bersama 3 ABK berangkat dari Pelabuhan Jelitik Sungailiat. Rencananya kapal akan mencari ikan di Perairan Karang Andi.(Bangkapos.com/Deddy Marjaya)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210921-tim-sar-cari-korban-hilang-di-laut.jpg)