Breaking News:

bangka pos hari ini

Harus Punya Sertifikat Hygiene Sanitasi

Then menilai, terdapat setidaknya 161 rumah makan yang ada di Kabupaten Bangka.

Penulis: Rusaidah (CC) | Editor: Agus Nuryadhyn
Bangka Pos/Arya Bima Mahendra
Sosialisasi hygiene sanitasi rumah makan dan jasa boga, Selasa (21/9). 

BANGKAPOS.COM - Pelaku dan pemilik usaha tata boga mengikuti sosialisasi hygiene sanitasi rumah makan dan jasa boga yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka di OR Bina Praja Kantor Bupati Bangka, Selasa (21/9/2021).

Sosialisasi ini sebagai upaya menjamin kebersihan di rumah makan.

Kegiatan tersebut diisi oleh Bupati Bangka Mulkan, Wakil Bupati Bangka Syahbudin dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka dr Then Suyanti sebagai pemateri.

Baca juga: Antusiasme Warga Tinggi, Kapolda Babel Optimis Angka Vaksinasi Covid-19 Lebihi 70 Persen

Then menyebutkan bahwa peserta sosialisasi merupakan para pelaku atau pemilik usaha tata boga. Selain itu juga dilibatkan para petugas kesehatan di tiap puskesmas guna melakukan pemantauan dan pendampingan.

"Tujuan kita yaitu untuk meningkatkan rumah makan atau penyedia jasa boga untuk memiliki sertifikat laik hygiene sanitasi. Tentunya hal tersebut juga harus diiringi dengan konsistensi untuk terus menjaga kualitasnya," ujar Then.

Then menilai, terdapat setidaknya 161 rumah makan yang ada di Kabupaten Bangka. Meski demikian belum semuanya dinyatakan memenuhi syarat dan memiliki sertifikat laik hygiene sanitasi.

"Baru ada 130 yang memenuhi syarat dan 64 memiliki sertifikat laik, sedangkan untuk usaha tata boga terdata 22 dan 20 di antaranya sudah memenuhi syarat serta 10 memiliki sertifikat laik," ungkapnya.

Baca juga: Stok Vaksin Cuma Cukup 2 Hari, Sehari, Pemkot Pangkalpinang Capai 2.500 Penyuntikan

Sementara itu, Bupati Bangka Mulkan menyebutkan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut merupakan upaya untuk memberikan suatu jaminan bagi masyarakat.

Adapun jaminan yang dimaksud adalah jaminan secara kualitas maupun jaminan kesehatan dari produk olahan makanan yang disajikan oleh pihak rumah makan dan usaha tata boga di wilayah Kabupaten Bangka.

"Dengan perkembangan semakin banyaknya jajanan makanan, maka perlu adanya upaya untuk meningkatkan suatu jaminan terhadap masyarakat ataupun lingkungan," kata Mulkan.

Baca juga: BARU Aturan Naik Pesawat 21 September - 14 Oktober 2021 Buat yang Sudah dan Belum Vaksin

Mulkan menegaskan hal semacam itulah yang harus diperhatikan agar tidak memberikan dampak negatif kepada konsumen. (mg2)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved