Breaking News:

Berita Sungailiat

Muara Airkantung Makin Parah, Puluhan Kapal Nelayan Kandas, Ini Penyebabnya    

Puluhan kapal nelayan yang akan masuk dan keluar Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sungailiat Bangka, kandas saat melewati Alur Muara Airkantung Sun

Penulis: edwardi | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Puluhan kapal nelayan yang akan masuk dan keluar Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sungailiat mengalami kandas saat melewati alur Muara Airkantung Sungailiat, Rabu (22/09/2021). (Bangkapos.com/Edwardi) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Puluhan kapal nelayan yang akan masuk dan keluar Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sungailiat Bangka, kandas saat melewati Alur Muara Airkantung Sungailiat, Rabu (22/09/2021). Kondisi ini semakin diperparah karena air laut juga sedang surut. 

Pantauan Bangkapos.com di lapangan sekitar Pukul 11.30 WIB terlihat dari arah dalam pelabuhan satu perahu nelayan memaksa untuk keluar melaut mengalami kandas di depan mulut muara.

Meskipun sudah memaksa mesin kapal untuk menerobos alur tetap saja tidak mampu melewatinya sehingga akhirnya lego jangkar.

Sedangkan dari arah luar, terlihat puluhan perahu nelayan yang baru pulang melaut terpaksa lego jangkar di depan mulut muara untuk menunggu air laut pasang supaya bisa masuk ke dalam kawasan PPN Sungailiat.

Wahyudin, Nelayan Kapal Jaring Ikan, Warga Parit Pekir Kelurahan Sungailiat Kecamatan Sungailiat mengatakan, saat ini menang air laut sedang surut dan diperkirakan sekitar Pukul 13.00 WIB air laut mulai naik pasang.

"Iya kalau saat ini ada kapal nelayan yang memaksa melewati muara Air Kantung ini sia-sia saja, karena tetap akan kandas di gundukan pasir, upaya terbaik terpaksa menunggu air laut pasang besar dulu mungkin sekitar pukul 15.00 WIB baru bisa lewat alur muara ini," kata Udin, sapaan akrabnya.

Sudah sekitar satu minggu terakhir ini tidak ada terlihat alat berat ekcavator yang standby di mulut muara. "Biasanya kalau ada alat berat yang kerja mengeruk muara, kapal-kapal kita masih bisa lah lewat tapi satu minggu ini tak ada lagi alat berat yang bekerja di muara ini," tegasnya.

Sedangkan Pian, nelayan pancing perahu kolek-kolek mengaku beberapa hari lalu saat pulang melaut ketika memasuki muara perahunya kandas menabrak pasir.

"Saat perahu kandas dan tidak bisa bergerak lalu datang gelombang tinggi sehingga air laut masuk ke dalam kapal. Kapal jadi tenggelam masuk air, cumi-cumi hasil tangkapan belamburan keluar fiber sehingga menjadi merah, GPS saya juga basah terendam air," tambahnya.

Diakuinya saat itu memang salah mengambil jalan masuk muara yang semula dikira  dalam ternyata dangkal. "Memang alur muara Air Kantung ini sering berubah-ubah, sehingga salah memilih jalan mana yang airnya dalam," ujarnya.

Sementara Kepala Lingkungan Paritpekir Kelurahan Sungailiat, M Rozi mengatakan hal senada.  Sudah satu pekan terakhir ini banyak menerima keluhan nelayan soal semakin parahnya pendangkalan Muara Airkantung Sungailiat ini. "Kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi, hanya pasrah dan bersabar saja," katanya. (Bangkapos.com/Edwardi)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved