Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Pansus Segera Rombak Susunan Perda Bangunan Berciri Khas Serumpun Sebalai

Panitia Khusus (Pansus) DPRD Bangka Belitung menargetkan peraturan daerah (perda) terkait Bangunan Berciri Khas Serumpun Sebalai akan segera merombak

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: khamelia
(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita).
Pansus melakukan konsultasi dan koordinasi panitia khusus dalam rangka finalisasis dan fasilitasi pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) di Hotel Tanjung Pesona Beach dan Resort, Selasa (21/9/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Panitia Khusus (Pansus) DPRD Bangka Belitung menargetkan peraturan daerah (perda) terkait Bangunan Berciri Khas Serumpun Sebalai akan segera merombak susunan isi raperda sebelum dilakukan finalisasi.

Pasalnya, sekira 60 persen isi raperda tetapi tidak mengubah redaksi hanya pola penyusunan isi raperda per pasal dan bab saja.

Hal ini dilakukan usai mendapat berbagai masukan dari Kasubdit Wilayah I Direktorat Produk Hukum Daerah Ditjen Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri RI, Slamet Endarto saat konsultasi dan koordinasi panitia khusus dalam rangka finalisasis dan fasilitasi  pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) di Hotel Tanjung Pesona Beach dan Resort, Selasa (21/9/2021).

"Kemungkinan hampir keseluruhan akan dirombak, karena memang harus mengikuti ruang lingkup, dan sebenarnya materi isi muatan sudah ada, hanya saja pola penyusunan mesti mengikuti kesepakatan tadi," ujar konsultasi dan koordinasi panitia khusus dalam rangka finalisasis dan fasilitasi  pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) di Hotel Tanjung Pesona Beach dan Resort, Selasa (21/9/2021).

Namun, dia beserta tim panitia khusus akan segera melakukan finalisasi sesuai dengan arahan yang ditentukan.

"Kami sesuai arahan pimpinan, bulan ini selesai, tetapi akan ada konsultasi dengan Kemendagri dengan teman biro hukum tapi via online, nanti hasilnya kita bahas lagi jadi tinggal penyelesaian dan anjuran Kemendagri, ornamen ini dilombakan, kalau memungkinkan  itu bisa dilakukan," katanya.

Dia menambahkan juga ada saran saat konsultasi tadi agar pasal yang dirasa memberatkan masyarakat untuk dikaji ulang.

"Di dalam perda kita ada kewajiban bagi hunian untuk pemerintah dan swasta, ada yang bersifat wajib, jika tidak dilaksanakan akan ada sanksi, itu dianggap memberatkan, maka ada ruang untuk tidak bersifat wajib dalam hal hunian, kita nanti akan kaji ulang agar tidak memberatkan," katanya.

Adapun empat ornamen mencirikan jati diri Bangka Belitung yakni tudung saji, lisplang rumah adat, pemecah angin berupa tanduk rusa, dan jurai bubung.

Sementara itu, Kasubdit Wilayah I Direktorat Produk Hukum Daerah Ditjen Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri RI, Slamet Endarto mengapresiasi penyusunan raperda terkait Bangunan Berciri Khas Serumpun Sebalai.

"Tadi saya bilang ruang lingkup pembahasan harus lokus, agar tidak lari kemana-mana. Saya dari pusat saya sangat apresiasi, karena itu budaya kita, jangan sampai budaya itu hilang atau tidak terekam jejaknya, jangan sampai budaya itu hilang karena tidak terekam jejaknya. Itu ada beberapa, ini sudah dalam pembahasan berikutnya," kata Endarto.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved