Breaking News:

Berita Bangka Barat

Rakernis Bidang Intelijen, Kejari Bangka Barat Jaga Keutuhan NKRI di Era Digital

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat mengikuti Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Intelijen Kejaksaan RI Tahun 2021 bertempat di Digital Room Keja

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: Fery Laskari
istimewa
Kejari Bangka Barat mengikuti Rakernis Bidang Intelijen Kejaksaan RI Tahun 2021 bertempat di Digital Room Kejari Bangka Barat. (Ist/Kejari Bangka Barat). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat mengikuti Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Intelijen Kejaksaan RI Tahun 2021 bertempat di Digital Room Kejari Bangka Barat

Kegiatan tersebut diikuti Kajari Bangka Barat, Helena Octavianne, Kepala Seksi Intelijen Mario Nicolas dan staf Intelijen. 

Rakernis tersebut diselenggarakan selama dua hari dari tanggal 22-23 September 2021 dengan tema 'Intelijen Digital, Kejaksaan Optimal'. 

Narasumbernya selain dari Internal Kejaksaan yaitu Staf Ahli Jaksa Agung, Para Direktur dan Kapuspenkum pada Jamintel juga dari instansi lain yakni Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam), Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Seperti yang kita ketahui pandemi Covid-19 masih terjadi hingga saat ini yang mengharuskan masyarakat, di seluruh dunia termasuk Indonesia untuk dapat beradaptasi dengan era kenormalan baru (new normal). Dalam bersosialisasi dan berinteraksi antar sesama manusia termasuk beradaptasi dari kebiasaan lama yang konvensional, menjadi kebiasaan baru yang bekerja dari rumah secara online Work From Home (WFH)," ujar Helena Octavianne, Rabu (22/09/2021).

Untuk melaksanakan WFH Helena mengatakan tergantung pada teknologi komunikasi digital secara online, sehingga ketergantungan tersebut telah mengakselerasi berkembangnya inovasi dan kreasi.

Hal ini dilakukan untuk menciptakan dan menerapkan digitalisasi pada seluruh aktifitas, termasuk pemerintahan guna tetap meningkatkan produktifitas dan efisiensi kinerja.

"Upaya digitalisasi intelijen yang diharapkan tidak hanya digitalisasi, dalam urusan administratif yang bersifat pendukung saja. Namun juga digitalisasi dalam urusan kegiatan atau operasi intelijen yang menggunakan teknologi survailance atau monitoring, terhadap target dalam rangka penegakan hukum oleh Kejaksaan," katanya. 

Oleh karena itu, Helena mengatakan intelijen Kejaksaan berfungsi sebagai intelijen penegakan hukum, memandang perlu adanya upaya digitalisasi untuk dapat diterapkan pada satuan kerja Intelijen Kejaksaan. Baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah guna meningkatkan kinerja, intelijen penegakan hukum Kejaksaan agar lebih optimal.

"Beberapa isu strategis yang menjadi kajian dalam intelijen penegakan hukum yang berkaitan dengan bidang digital dan teknologi informasi, antara lain yaitu masifnya penggunaan media sosial di kalangan masyarakat yang menjadi salah satu kebutuhan masyarakat. Namun terdapat konten negatif yang perlu diwaspadai seringkali menimbulkan kesalahpahaman, perdebatan, permusuhan, beredarnya berita atau informasi yang belum jelas kebenarannya sehingga dapat menimbulkan propaganda karena memiliki jangkauan edar yang luas dan efektif," katanya. 

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved