bangka pos hari ini
Sehari, 30 Peserta Tak Ikut SKD, Penerimaan CPNS Pemkot Pangkalpinang
Diketahui, total ada 5.961 pelamar yang akan mengikuti ujian computer assisted test (CAT) SKD di 23 titik lokasi ujian.
Penulis: Ajie Gusti Prabowo | Editor: Fitri Wahyuni
BANGKAPOS.COM - Pemerintah Kota Pangkalpinang mencatat dalam sehari ada 20 peserta hingga 30 peserta yang tak menjalani seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) di wilayahnya.
Para peserta ini dipastikan gugur untuk melanjutkan ke tahap seleksi berikutnya.
Diketahui, total ada 5.961 pelamar yang akan mengikuti ujian computer assisted test (CAT) SKD di 23 titik lokasi ujian. Para pelamar ini dijadwalkan menjalani SKD sejak 15 September hingga 2 Oktober 2021.
Kabid Perencanaan, Pengadaan Mutasi dan Data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Pangkalpinang, Fahrizal belum bisa memastikan berapa total pelamar yang gugur karena belum semua tes diselenggarakan.
"Kalau sampai sekarang masih berjalan baik, tidak ada kendala apapun, sehari itu kurang lebih 20-30 orang tidak hadir tes, langsung dinyatakan gugur. Jaringan juga tidak ada masalah hanya kemarin ada pemadaman listrik sementara, tapi bisa kita atasi, kita ada UPS PC jadi agak mundur jadwalnya," kata Fahrizal, Selasa (21/9/2021).
Baca juga: Sandiaga Uno Kagumi Inisiatif Pemuda Desa Perlang, Kisah Wisata Danau Pading Viral di Media Sosial
Ia menjelaskan dalam satu hari ada sebanyak 340 peserta yang dibagi menjadi empat sesi pelaksanaan tes. Kecuali hari Jumat ada dua sesi, yang hanya diikuti 170 peserta ujian.
"Kalau untuk antisipasi listrik padam kita sudah ada mesin genset yang punya BKN, dan untuk pertama setiap komputer sudah dilengkapi dengan UPS PC jadi kalau ada masalah ada kesempatan untuk menyimpan dulu, dan ruangan kedua kita siapkan laptop untuk antisipasinya," jelasnya.
Selain itu diakuinya, hingga saat ini belum adanya temuan pemalsuan surat rapid antigen atau PCR.
"Tidak ada tindakan pemalsuan surat rapid antigen, karena kita tesnya gratis difasilitasi, jadi tidak ada upaya demikian. Paling kendala umum yang kita temukan, lupa membawa berkas-berkas, seperti kartu ujian dan lain-lainnya," tuturnya.
Pihaknya menjelaskan pelaksanaan tes rapid antigen yang digratiskan oleh Pemkot Pangkalpinang dapat diikuti H-1 pelaksanaan SKD.
"Untuk tes rapid antigent dijadwalkan H-1 sebelum pelaksanaan tes, sudah kita umumkan sebelumnya dan lokasinya bisa dicek langsung di website. Satu hari juga ada empat sesi jadi untuk pemeriksaan rapid antigen kita tidak hanya melibatkan tenaga kesehatan tapi juga Satgas Covid-19 seperti BPBD, POL PP, dan lainnya," jelasnya.
Baca juga: Capaian Vaksinasi Lansia Masih Rendah
Baca juga: ATURAN Penumpang Pesawat di Dalam dan Luar Jawa Bali, Syarat Naik Garuda, Citilink, dan Lion Air
Fahrizal juga memastikan seleksi ini dilengkapi dengan teknologi face recognition atau pemindai wajah.
Menurutnya, penggunaan teknologi ini dilakukan untuk mengantisipasi penggunaan calo dan joki saat pelaksanaan tes berlangsung.
"Untuk menjaga jaminan keamanan pada tesnya, kami membuat aplikasi face recognition. Itu bisa melihat wajah dari peserta ujian. Jadi tidak memungkinkan lagi adanya joki atau calo. Mengawali registrasi nanti kita siapkan seperti webcam itu, sebelum login juga ada scan wajah jadi menghindari joki-joki yang tidak kita inginkan," jelas Fahrizal. (t2)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210921-peserta-tes-seleksi-kompetensi-dasar-skd.jpg)