Breaking News:

Berita Sungailiat

Sudah Tiga Tahun Mesin Trombosit di Kabupaten Bangka Rusak, Padahal Alat Ini Sangat Penting

Sudah tiga bulan mesin trombosit Pemkab Bangka rusak dan sedang dalam masa perbaikan. Padahal satu-satunya mesin trombosit tersebut sangat penting bag

Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Fery Laskari
Bangkapos.com/Dok
Bupati Bangka, Mulkan. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sudah tiga bulan mesin trombosit Pemkab Bangka rusak dan sedang dalam masa perbaikan. Padahal satu-satunya mesin trombosit tersebut sangat penting bagi para pendonor darah.

Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Bangka, dr Ega mengatakan bahwa sampai saat ini mesin trombosit tersebut sedang mengalami kerusakan dan tidak bisa digunakan. "Saat ini sedang tidak bisa digunakan karena mengalami kerusakan yang mengejutkan pada salah satu bagian spare part" kata Ega, Rabu (22/9/2021).

Ega mengatakan bahwa kerusakan yang terjadi sangat tidak diduga-duga dan cenderung langka. "Bahkan pihak perusahaan yang menyediakan mesin tersebut juga tidak menyangka akan kerusakan tersebut," katanya.

Sampai saat ini, pihaknya masih menunggu spare part yang didatangkan langsung dari luar negeri dan belum sampai Jakarta. "Sampai saat ini kita tidak tau kapan spare part tersebut akan datang dan sampai ke kita," tegasnya.

Ega menjelaskan bahwa prosedur donor trombosit dan donor darah biasa sangat jauh berbeda. Donor trombosit adalah proses ekstraksi sel-sel kecil dalam darah atau biasa dikenal dengan istilah keping darah.

"Jadi donor trombosit menggunakan mesin hanya untuk mengekstrak trombositnya saja dan kemudian mengembalikan sisa darah kepada pendonor," terangnya.

Oleh karena itu, membutuhkan alat/mesin khusus yang bernama mesin trombosit tersebut. "Sebelumnya, kalau mau donor trombosit selalu ke Pangkalpinang, tapi sekarang kita sudah punya mesin trombosit sendiri meskipun saat ini dalam kondisi rusak dan sedang dalam tahap perbaikan," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Bangka Mulkan berencana akan menambah kembali satu unit mesin trombosit tersebut Tahun 2022 mendatang.

"Tahun 2020 kita beli mesin trombosit seharga Rp700 juta, mudah-mudahan tahun depan kita bisa tambah satu unit lagi," ucap Mulkan.

Apabila suatu alat atau mesin mengalami kerusakan, maka ada alat lainnya yang dapat dijadikan cadangan atau alternatif.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved