Breaking News:

Surat Vaksin Jadi Syarat Wajib, Kampus UBB Wacanakan PTM Digelar Pertengahan Oktober 2021

Rektor Universitas Bangka Belitung, Dr Ibrahim merencanakan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kampus Terpadu UBB digelar pada pertengahan Oktober.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Rektor Universitas Bangka Belitung, Dr Ibrahim. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Rektor Universitas Bangka Belitung, Dr Ibrahim merencanakan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kampus Terpadu Universitas Bangka Belitung digelar pada pertengahan Oktober 2021 mendatang.

"Kami pertama sesuai dengan garis pemerintah bahwa PTM akan dilaksanakan dalam kondisi aman, dalam hal ini PPKM level 3, Bangka sendiri masih dalam PPKM Level 4," ujar Ibrahim saat ditemui bangkapos.com, Rabu (22/9/2021).

Dikarenakan status pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) masih level 4, maka UBB memutuskan untuk fokus menggelar PTM secara online.

"Tetapi kami sudah membolehkan, teman-teman yang mau riset yang mau menggunakan laboratorium bisa datang ke kampus. Kami nyebutnya tetap hybrid learning, tapi untuk perkulihan kelas, kami membatasi. Kami membolehkan itu, adalah riset dalam rangka skripsi, riset dosen dan kegiatan yang tak bisa digantikan seperti ujian atau yudisium dan wisuda dengan terbatas," jelas Ibrahim.

Baca juga: Beda Nasib PNS Timor Leste dan Indonesia Bak Langit dan Bumi, Tunjangan Pegawai Bukan Berupa Uang

Dia menambahkan dalam pembelajar secara online, mahasiswa menerima bantuan kuota internet.

"Ada tahun ini tapi yang menggelontorkan bukan kita, tapi kementerian pendidikan dan kebudayaan, dapat setiap bulan selama 3 bulan, InsyaAllah cukup membantu, akses dibatasi, hanya bisa akses untuk pembelajaran," katanya.

Terkait wacana PTM ini, usai ujian tengah semester pada bulan Oktober 2021 nanti, harus disertai dengan syarat penunjang agar aman yakni mahasiswa harus mengantongi keterangan sudah disuntik vaksin.

"PTM ini didorong dengan cara memastikan, bahwa kondisi dimana mahasiswa dan dosen sudah divaksin," katanya.

Sejauh ini, diperkirakan dosen dan pegawai itu 90 persen telah disuntik vaksin sedangkan mahasiswa baru sekira 50 persen.

"Kalau mereka mau tatap muka, itu harus menunjukan setrifikat vaksin, wajib vaksin, karena itu untuk menjaga mereka dan kita juga," katanya. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved