Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Tambang Liar Digeruduk Tim Pol PP Tengah Malam, Kali Ini Aset Pemkot Jadi Sasaran Penambang

Penambang liar di kawasan Tampuk Pinang Pura Kota Pangkalpinang digeruduk tim Satuan Polisi Pamong Praja(Satpol PP) kota Pangkalpinang semalam

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: khamelia
ist Efran
Penertiban tambang ilegal di kawasan Tampuk Pinang Pura di lahan aset Pemkot Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Penambang liar di kawasan Tampuk Pinang Pura Kota Pangkalpinang digeruduk tim Satuan Polisi Pamong Praja(Satpol PP) kota Pangkalpinang semalam, Selasa (21/9).

Penertiban tersebut lantaran Tambang Inkonvesional (TI) itu beroperasi di lahan aset milik pemerintah kota Pangkalpinang.

Demikian hal tersebut disebutkan Plt. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja(Kasatpol PP) kota Pangkalpinang Efran, kata Efran sudah sejak dua malam terakhir penambang tersebut kucing-kucingan dengan tim.

Menurutnya, lantaran takut ketahuan beroperasi siang hari, penambang mulai beraktivitas sejak pukul 19:00 WIB hingga tengah malam.

"Sudah dipastikan lahan tersebut memang masuk aset Pemkot Pangkalpinang dan sudah dipastikan oleh tim aset. Selain ada pelanggaran karena di Kota Pangkalpinang tidak ada wilayah pertambangan itu juga termasuk pengerusakan aset Pemkot," ujar Efran kepada Bangkapos.com, Rabu (22/9/2021).

Baca juga: Harga Bensin Jenis Ini Naik Rp 2.450 Akhir September di SPBU, Begini Penjelasan Pertamina

Efran menyebut, penambang memang kucing-kucingan dengan petugas nekat berjalan malam hari. Sanksi-sanksi dalam penertiban pun telah dilakukan, namun seperti tak ada habisnya, penambang liar ini terus bermunculan.

Kata Efran, pihaknya melakukan penertiban juga kerap kali menerima laporan dari masyarakat langsung bawah ada aktivitas penambangan di daerah tersebut.

"Makanya kami tim turun berdasarkan surat tugas, ya memang salah satu magnetnya sekarang ini karena harga timah melambung tinggi, kalau dulu orang pikir-pikir kalau sekarang sampai rela aktivitas tengah malam, jadi ditertibkan sekali berhenti nanti muncul lagi," jelasnya.

Kata Efran, saat melakukan penertiban pihaknya selalu menyita mesin yang digunakan penambang, sanksi-sanksi dalam penertiban pun telah dilakukan, namun seperti tak ada habisnya, penambang liar ini muncul lagi.

"Setiap penertiban kami selalu sita mesinnya sebagai barang bukti, sakan dan alat-alat disana kami bawa. Selain ini pelangagran Perda sudah tugas kami sebagai pengawasan aset Pemkot, kita tidak mau aset Pemkot justru dirusak seperti ini," tegasnya.

Efran menegaskan, dalam Perda Nomor 7 tahun 2019 tentang Penyelenggara Ketertiban Umum dan Ketentraman masyarakat jelas jika TI dilarang di Kota Pangkalpinang.

"Pangkalpinang tidak ada wilayah pertambangan apabila ada aktifitas itu jelas pelanggaran, sanksi, jelas perdanya, pelanggaran Perda, jelas yang brsangkutan segera diproses," bebernya.

Menurutnya, Satpol PP tetap berkomitmen menegakan Perda tersebut dan menyelamatkan lingkungan agar tidak terjadi kerusakan.

"Kita tetap bersinergi dengan TNI, Polri dalam melakukan penertiban ini berantas TI ilegal," ujarnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved