Breaking News:

Berita Sungailiat

Target Bangka Zero Stunting 2023, Pemkab Bangka, Poltekes dan Seameo Recfon Tandatangani MoU  

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka menanda-tangani kesepakatan (MoU) dengan Poltekes Kemenkes Pangkalpinang dan SEAMEO RECFON dalam rangka penuntasa

Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Pertemuan secara virtual penandatanganan MoU antara Pemkab Bangka, Poltekes Kemenkes Pangkalpinang dan SEAMEO RECFON terkait penanganan stunting, Rabu (22/9/2021). (Bangkapos/Arya Bima Mahendra) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka menanda-tangani kesepakatan (MoU) dengan Poltekes Kemenkes Pangkalpinang dan Seameo Recfon dalam rangka penuntasan kasus stunting.

Pendatangan MoU tersebut berkaitan dengan pengembangan masyarakat, pendidikan dan penelitian di bidang pangan dan dan gizi untuk penanggulangan stunting.

Melalui sambungan virtual, Direktur SEAMEO RECFON, Muchtaruddin Mansyur menyebutkan bahwa ini adalah wujud kolaborasi antara institusi pendidikan dan pemerintah daerah dalam menurunkan ataupun menuntaskan kasus stunting.

"Melalui penandatangan MoU ini, baik antara lembaga pendidikan yang ada dibidang kesehatan serta pemerintah daerah harus bersinergi dan berkerja sama dalam penanganan stunting," kata Muchtar.

Sementara itu, Direktur Poltekes Kemenkes Pangkalpinang, Akhiat menyebutkan penandatanganan MoU ini merupakan wujud kepedulian terhadap kemajuan pembangunan nasional terutama dalam bidang kesehatan.

"Kami dari Poltekes Pangkalpinang akan terus membantu kebutuhan para stakeholder dalam pengembangan dan pembangunan untuk mewujudkan Indonesia Maju," ucap Akhiat.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan kerjasama dengan melibatkan seluruh civitas akademika yang ada di Poltekes Kemenkes Pangkalpinang.

"Melalui keterlibatan mahasiswa dan para dosen, kami harap dapat memberikan pengayaan terhadap kasus stunting yang terjadi di lapangan," ungkapnya.

Dengan begitu, proses penanganan stunting di Kabupaten Bangka dapat segera dipercepat.

"Semoga kerjasama ini dapat berjalan lancar dan terbinanya komunikasi yang baik antar pihak," pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Bangka Mulkan menyebutkan bahwa stunting memang persoalan krusial yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini.

Menurutnya balita yang mengalami stunting sangat beresiko menderita kegagalan pertumbuhan, kegagalan perkembangan kognitif dan motorik serta kegagalan metabolisme yang berpotensi terhadap penyakit jantung, stroke, diabetes dan obesitas.

"Karenanya Pemkab Bangka berkomitmen tinggi menjadikan penuntasan stunting sebagai prioritas pembangunan daerah dalam RPJMD 2019-2023 dengan target Bangka zero stunting pada 2023," tutur Mulkan.

Ia berharap dengan adanya kerjasama ini, dapat membawa Kabupaten Bangka menjadi zero stunting sesegera mungkin.

"Semoga kita bersama-sama dapat memberikan kontribusi dalam mewujudkan manusia Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing," katanya. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved