Breaking News:

Bangka Genjot Vaksinasi Bagi Pelajar dan Guru Demi PTM, Prokes Covid-19 dan 5M Wajib Dipatuhi

Level Kabupaten Bangka masih belum diturunkan pemerintah pusat. Akibatnya, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) belum mendapatkan izin

Editor: Edi Yusmanto
Freepik.com
ilustrasi foto 

BANGKAPOS.COM - Level Kabupaten Bangka masih belum diturunkan pemerintah pusat. Akibatnya, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) belum mendapatkan izin dan tidak bisa dilaksanakan. 

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka Rozali Romkad mengaku belum bisa memastikan kapan PTM akan digelar.

"Sampai hari ini di Kabupaten Bangka baik jenjang TK, SD, SMP belum boleh menggelar PTM meskipun itu PTM terbatas," kata Rozali.

Sebenarnya ada rencana PTM akan digelar, namun belum mendapatkan izin dari Satgas Covid-19.

Maka dari itu pemerintah bersama seluruh pihak terkait termasuk satgas gencar melakukan vaksinasi kepada para pelajar dan guru.

"Kami sudah buatkan instruksi kepada sekolah untuk melakukan vaksinasi baik kepada guru atau siswanya," sebut Rozali.

Tetap fokus mematuhi protokol kesehatan (prokes) dan menjalankan 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan terus dijalani.

"Jadi rencananya besok baru akan kita rapatkan dengan Bupati, Dinkes, Satgas dan BPBD Bangka terkait kejelasan PTM ini," harapnya.

Belum Diizinkan

Kepala Dinas Pendidikan Bangka Belitung, M. Soleh mengatakan PTM di tingkat SMA/SMK di Provinsi Bangka Belitung masih terus berjalan, terkecuali di Kabupaten Bangka.

"Hingga saat ini PTM masih terus berjalan hampir disemua daerah, kecuali di Kabupaten Bangka masih online, karena belum ada pengumuman turunya dari level 4, untuk di Belitung sudah berjalan semua,"kata Soleh kepada Bangkapos.com, beberapa waktu lalu.

Soleh menambahkan, untuk pembelajaran tatap muka di setiap sekolah dilakukan secara terbatas, belum secara maksimal.

"Jalan PTM masih terbatas setiap hari dibagi dua shift,  dari pagi pukul 07.00 WIB hingga siang pukul 11.30 kemudian dilanjutkan sampai pukul 15.30 WIB. Jadi pelaksanaan masih terbatas, mata pejaran juga belum semuanya dipelajari," jelasnya.

"Pembelajaran masih berjalan sesuai dengan ketentuan. Artinya tidak ada pelanggaran Prokes sejauh ini. Pihak sekolah telah mengatur sistem pembelajaran, seperti pembagian shif siswa yang belajar di kelas ," tambah Soleh. (bangkapos.com/Edy Yusmanto/Arya/Riki)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved