Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Pangkalpinang Masih Masuk PPKM Level 3, Razia Malam Kamis dan Malam Minggu Tetap Rutin Digelar

Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja(Kasatpol PP) kota Pangkalpinang Efran menyebut, pihaknya tetap rutin melaksanakan razia protokol kesehatan

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Pangkalpinang Efran 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja(Kasatpol PP) kota Pangkalpinang Efran menyebut, pihaknya tetap rutin melaksanakan razia protokol kesehatan (Prokes) setiap malam Kamis dan malam Minggu di sejumlah tempat keramian di Kota Pangkalpinang.

Kata Efran, hal ini lantaran dilakulan sebab masih mengikuti instruksi Mentri Dalam Negeri (Mendagri) dan Kota Pangkalpinang masih masuk level 3.

"Razia rutin terus kami gelar pada malam kamis dan malam Minggu di sejumlah tempat keramaian, termasuk hiburan malam. Tapi razianya tetap humanis, kita sama-sama geraknya tidak bisa dengan cara yang keras kalau hanya UMKM yang mencari makan tidak masalah," kata Efran kepada Bangkapos.com, Kamis (23/9/2021).

Baca juga: Beda Nasib PNS Timor Leste dan Indonesia Bak Langit dan Bumi, Tunjangan Pegawai Bukan Berupa Uang

Baca juga: 5 Tahun Tukul Arwana Berstatus Duda, Cewek Gadis dan Janda Ini Berebut Hati Sang Komedian

"Tapi untuk tempat keramian seperti tempat nongkrong itu memang kita minta untuk tutup pukul 22:00 WIB, kita minta jaraknya diatur, janga sampai berkerumun, yang penting tetap humanis saja," tambahnya.

Efran mengatakan, dalam melakukan patroli atau Operasi Yustisi anggota akan bertindak secara humanis. Sasaran operasi sendiri yang kerap dijadikan lokasi untuk berkumpul antara lain restoran, kafe, taman dan lain-lain.

"Kami lakukan kegiatan pendisiplinan masyarakat tetap humanis. Tentang pengetatan kita melakukan pendisiplinan masyarakat, jangan sampai masyarakat kita ini lengah sekalipun kasus kita sudah menurun sekarang," jelasnya.

Menurutnya, satu bulan razia akan dilaksanakan sebanyak 16 kali dalam satu bulan, bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, BPBD, TNI dan Polri.

"Kita penerapan kedisiplinan ini tetap berdasarkan instruksi mentri dalam negeri dan juga instruksi pak Gubernur. Jadi aktivitas-aktivitas masysrakat tetap berpedoman pada itu," tuturnya.

Diakui Efran, masih banyak tempat-tempat tak bertanggungjawab masih memperbolehkan pengunjung lebih dari 50 persen.

Baca juga: Tukul Arwana Sempat Mengeluh Pusing Kepala Sebelum Dilarikan ke Rumah Sakit Karena Pendarahan Otak

Lebih lanjut, Efran juga minta kepada masyarakat yang menemukan tempat makan yang sudah penuh untuk segera putar balik. Hal ini untuk mencegah penularan Covid-19 yang dinilai sudah cukup tinggi di Ibu Kota.

"Bila masyarakat mendatangi sebuah restoran, sebuah rumah makan terlihat tanda-tanda sudah penuh, putar balik, cari tempat yang kosong, jangan masuki tempat yang sudah penuh," bebernya.

Ia juga minta kepada masyarakat untuk melaporkan jika ada tempat makan yang dirasa melanggar prokes Covid-19. Hal ini tak lain untuk keselamatan bersama.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved