Breaking News:

Pegawai dan Kalapas Kelas IIA Pangkalpinang Dilarang Bawa Handphone ke Blok Napi

Pegawai dan Kalapas Kelas II A Pangkalpinang dilarang bawa handphone ke blok narapidana.

Penulis: Antoni Ramli | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/Anthoni Ramli
Kepala Lapas Kelas II A Pangkalpinang Badarudin didampingi kepala KPLP Dody, saat tempat penitipan hp. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Puluhan handphone tergeletak di atas lemari ruang staf kepegawaian, di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pangkalpinang, di Kawasan Tuantunu, Kecamatan Gerunggang, Kamis (23/9/2021)

Puluhan handphone ini bukan kepunyaan narapidana apalagi hasil razia, melainkan milik pegawai Lapas Kelas IIA Pangkalpinang.

Tak hanya berlaku bagi pegawai saja, namun juga bagi pimpinan dan pejabat di lingkungan Lapas Kelas IIA Pangkalpinang.

Kepala Lapas Kelas II A Pangkalpinang Badarudin, menyebut kebijakan ini sebagai tindak lanjut arahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia  (Menkumham) RI Yasonna H. Laoly, terkait penertiban Jaringan Iistrik, handphone, dan peningkatan kewaspadaan keamanan dan ketertiban pada UPT Pemasyarakatan.

"Dimana, langkah-angkah progressive sesuai arahan itu yakni memastikan seluruh UPT Pemasyarakatan melaksanakan upaya penertiban jaringan Iistrik, handphone, dan peningkatan kewaspadaan kamtib berpedoman dengan SK Direktur Jenderal Pemasyrakatan Nomor: PAS-57.0T.02.02 Tahun 2019 tentang Pedoman Penanggulangan Bencana di UPT Pemasyarakatan," kata Badarudin, Kamis (23/9/2021)

Baca juga: Kabar Terkini Tukul Arwana, Putra Sulung Kabarkan Kondisi Ayahnya: Masih Dalam Perawatan Dokter

Baca juga: Panik Dikejar, Pengedar Narkoba di Pangkalpinang Ditangkap Usai Jatuh Bareng Polisi

Tak hanya berlaku bagi pegawai, namun kebijakan tersebut kata Badarudin, juga berlaku bagi dirinya dan tamu tamu yang berkunjung ke Lapa kelas IIA Pangkalpinang.

Dimana, pegawai dan tamu undangan dilarang membawa masuk telepon celuler ke area blok hunian. Kebijakan tersebut berlangsung, hingga pergantian shift kerja.

"Tak hanya pegawai, tapi hp saya juga tidak saya bawa masuk ke blok. Begitu juga untuk tamu tamu yang datang. Termasuk yang sedang memberi materi keterampilan, semua hp nya harus dititipkan, setelah ganti shift baru bisa diambil,"bebernya.

Menurut Badarudin, saat ini kebijakan tersebut tengah dalam proses pembenahan. Dimana, kedepan pihaknya berencana membuat box box lemari penyimpanan hp.

"Karena sifatnya  darurat jadi sementara kita geletakkan disini dulu, nanti baru kita buat lemari kotak yang ada kuncinya biar lebih aman,"kata mantan Kalapas Narkotika Sawahlunto, Sumatera Barat tersebut.

Badarudin, berharap intruksi dan kebijakan tersebut, membuat kinerja para pegawai lebih fokus dan maksimal. Dapat meminimalisir terjadinya penyalahgunaan telepon genggam di lingkungan Lapas Kelas IIA Pangkalpinang.

"Kalau tidak ada hp kan pastinya mereka lebih fokus, selain itu hp inikan bisa di pakai siapa saja. Kita kan tidak tahu, makanya  supaya tidak disalahgunakan dititipkan disini,"pungkasnya. ( Bangkapos.com/Anthoni Ramli)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved