Breaking News:

Berita Kriminal

Penertiban Tambang Timah Ilegal di Desa Belo Laut, Penambang Kabur, 13 Mesin Disita  

Polres Bangka Barat (Babar) kembali menggelar penertiban tambang inkonvensional (TI) di kawasan hutan mangrove Desa Belo Laut, Kecamatan Muntok, Kabup

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
13 mesin TI hasil penertiban yang dilakukan di Desa Belo Laut yang kini sudah dibawa ke Polres Bangka Barat, Kamis (23/09/2021). (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Polres Bangka Barat (Babar) kembali menggelar penertiban tambang inkonvensional (TI) ilegal di kawasan hutan mangrove Desa Belo Laut, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat.

Tim yang terdiri dari Sat Reskrim, Sat Intel dan Sabhara Polres Bangka Barat melakukan penertiban, dan berhasil mengamankan 13 mesin yang digunakan para penambang melancarkan aktivitas TI.

"Memang betul siang ini tim gabungan melakukan penertiban TI di kawasan lindung mangrove. Saat penertiban kegiatan pertambangan sedang berjalan, kita amankan 13 mesin," ujar Kasat Reskrim Polres Bangka Barat, AKP Robby Setiadi Purba, Kamis (23/9/2021).

Walaupun mendapatkan 13 mesin yang juga dijadikan sebagai barang bukti, namun untuk pelaku penambang tidak berhasil dilakukan penangkapan.

"Untuk pelaku melarikan diri, masih kita selidiki untuk kepemilikan mesinnya. Pelaku melarikan diri karena situasi di lapangan juga tadi cukup susah situasinya, jadi kita tetep mengutamakan keselamatan personil," katanya.

Diketahui sebelumnya area hutan mangrove yang dijadikan sebagai lokasi TI tersebut sekitar seluas empat hektare, dari sekitar 2.000 hektare luas secara keseluruhan hutan mangrove di Desa Belo Laut.

"Melanggar UU nomor 18 tahun 2013, tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, serta UU no 3 tahun 2020 tentang perubahan atas UU 4 tahun 2009, tentang minerba. Untuk ancaman hukuman itu minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun, dengan denda Rp 1,5 sampai Rp 10 miliar," jelasnya.

Lebih lanjut diketahui penertiban TI yang dilakukan di Desa Belo Laut, bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh Polres Bangka Barat ataupun tim gabungan bersama TNI dan Sat Pol PP.

"Kita akan tetap melakukan penertiban secara random, karena sebelum dilakukan penertiban hari ini kita tim sudah berulang kali melakukan tindakan preventif. Hal itu untuk menghimbau masyarakat, agar tidak melakukan penambangan di kawasan hutan," jelasnya.

Sementara itu penertiban juga sempat dilakukan pada Selasa (14/09/2021) lalu, namun pada penertiban saat itu juga para pelaku tambang tidak berhasil diamankan oleh tim gabungan. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved