Breaking News:

Lawan Covid19

PTM di Sekolah, Semua Pihak Diingatkan Tetap Disiplin Patuhi Aturan Pemerintah

Reisa Broto Asmoro meminta semua pihak di sekolah disiplin menerapkan aturan pemerintah dan protokol kesehatan.

Editor: fitriadi
Tim Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dr Reisa Brotoasmoro saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Kantor Presiden, Senin (19/10/2020) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Pembelajaran tatap muka (PTM) kembali digelar di sekolah-sekolah di Indonesia setelah lama vakum karena pandemi Covid-19.

Meski PTM dilaksanakan secara terbatas, namun para pelajar tetap diwajibkan mematuhi protokol kesehatan yang direkomendasikan pemerintah.

Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro mengatakan keberhasilan pembelajaran tatap muka (PTM) saat ini, berada di tangan guru, murid, dan peserta didik.

Karena itu, ia meminta semua pihak untuk disiplin dalam mengikuti aturan pemerintah dan menerapkan protokol kesehatan.

"Kunci keberhasilan PTM ada di tangan kita, guru, orang tua dan murid. Menjaga situasi kondusif dalam pengendalian Covid-19 maka PTM berlanjut, namun apabila disiplin kita semua turun dan kasus naik kembali maka PTM harus dikurangi, dan PJJ (pembelajaran jarak jauh) kembali menjadi opsi," kata Reisa dalam pernyataan pers yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (22/9/2021).

Baca juga: Kemenkes Jamin Vaksinasi Untuk Anak Berkebutuhan Khusus Aman

Baca juga: Sejumlah Sekolah TK hingga SMP Sudah Terapkan PTM, Terkendala Jaringan Saat Pembelajaran Jarak Jauh

Baca juga: Evaluasi PTM di Sekolah Tak Ada Masalah, Kadindik Sebut Pembelajaran Tetap Dikombinasi dengan Daring

Baca juga: Surat Vaksin Jadi Syarat Wajib, Kampus UBB Wacanakan PTM Digelar Pertengahan Oktober 2021

Berdasarkan hasil pemantauan pemerintah di sekitar pulau Jawa, kata Reisa, PTM mengajarkan banyak hal kepada guru, orang tua, dan peserta didik.

Di antaranya budaya antre pada kedatangan dan kepulangan sekolah.

"Sekarang dipenuhi dengan ketertiban antrian terutama untuk diperiksa kondisi kesehatan dan untuk mencuci tangan sebelum masuk ke ruangan kelas," katanya.

Kedua, membudayanya kembali mengantar dan menjemput anak dari dan ke sekolah. Karena beberapa sekolah mewajibkan orang tua mengantar dan menjemput anaknya agar meminimalisir risiko tertular Covid-19 dalam perjalanan pergi ataupun pulang dari sekolah.

"Ketiga beberapa sekolah sudah menganggap konsep campuran daring dan luring, di mana online dan offline menjadi sebuah kesatuan yang perlu terus dibiasakan dalam proses belajar mengajar selama Pandemi bahkan mungkin nanti sampai setelah pandemi," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved