Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Miris Bangka Belitung Peringkat Pertama Pernikahan Dini, Kepala DP3ACSK Beberkan Faktor Penyebabnya

Asyraf Suryadin  mengakui Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berada di peringkat pertama pernikahan dini.

Penulis: Widodo | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Widodo
suasana dialog ruang tengah mengahdirkan Kepala Dinas DP3ACSKB Bangka Belitung, Dr Asyraf Suryadin M.Pd dan Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Indrawadi, S.Si., M.AP yang dipandu oleh Cici Nasya Nita, Jumat (24/9/2021). Sumber foto Tangkapan layar Live Facebook 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB) Bangka Belitung, Asyraf Suryadin  mengakui Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berada di peringkat pertama pernikahan dini.

Dia mengungkapkan beberapa faktor tingginya pernikahan dini di Bangka Belitung

"Dipengaruhi banyak faktor, seperti adanya kampanye nikah muda yang semakin marak. Sebenarnya tidak apa-apa asalkan usia sudah cukup," katanya. 

Baca juga: Miris, Tempat Cuci Tangan dari Anggaran Covid-19 Tak Berfungsi Lagi, Ini Kata Kepala BPDB Bangka

Baca juga: Racun Narkoba Baru Mulai Keluar di Bulan ke-14 Masa Terapi

Selain itu, pola perilaku pernikahan anak masih diterima atau menjadi solusi sebagai melepaskan diri dari permasalahan ekonomi keluarga. 

Tidak hanya itu, faktor pergaulan bebas juga menjadi pemicu pernikahan dini di Bangka Belitung.

"Karena pergaulan bebas membuat kehamilan yang tidak direncanakan menyebabkan pernikahan dini," kata Asyraf  dalam acara dialog ruang tengah Bangka Pos yang dipandu oleh Cici Nasya Nita, Jumat (24/9/2021). 

Dia mengimbau untuk menghindari pergaulan bebas dengan meningkatkan pendididikan juga pengetahuan agama. 

Faktor lainnya disebabkan kurangnya pemahaman orangtua dalam pengasuhan anak. 

"Faktor keluarga dan faktor lingkungan sangat berpengaruh terhadap pernikahan dini," sebutnya. 

Dampak pernikahan dini munculnya kekerasan dalam rumah tangga karena belum begitu matang pemikiran dan kedewasaannya belum berproses sehingga kemungkinan terjadi KDRT. 

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved