Breaking News:

Dokter Beberkan Penyebab Tukul Arwana Kena Stroke Hingga Alami Pendarahan Otak

Menurut Mursyid, sampai saat ini belum ada penelitian ilmiah yang menyatakan ada hubungan bahwa vaksin menyebabkan stroke pendarahan otak.

Editor: fitriadi
TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Komedian Tukul Arwana kena stroke hingga alami pendarahan otak. Tampak Tukul Arwana saat memberikan keterangan mengenai tim jagoannya dalam event Piala Dunia 2018. Ia mengaku menjagokan Argentina dalam event tersebut. Hal itu diakuinya saat ditemui di gedung stasiun televisi swasta, Jalan Kapt. Tendean, Jakarta Selatan, Senin (2/7/2018). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Pihak rumah sakit tempat Tukul Arwana dirawat menyampaikan klarifikasi soal kabar komedian itu mengalami pendarahan otak karena vaksin Covid-19.

Klarifikasi berupa bantahan itu disampaikan langsung oleh Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON), dr Mursyid Bustami, Sp.S (K), KIC, MARS.

Seperti diketahui, Tukul Arwana dilarikan ke rumah sakit karena mengalami pendarahan otak.

Sang komedian sudah menjalani operasi untuk memulihkan kesehatannya.

"Kami tegaskan tidak ada hubungan pendarahan dengan vaksin Covid-19," ujar Mursyid dalam konferensi pers virtual pada Jumat (24/9/2021), dikutip dari Tribunnews.com.

"Apapun jenis vaksinnya, apapun mereknya Belum ada yang mengatakan, ada risiko stroke pendrahan akibat vaksin," lanjutnya.

Baca juga: Heboh Video Gisel Lagi, Kali Ini Durasinya Sama 19 Detik, Rela Bergoyang Demi Wijin

Baca juga: Lihat Durasi Video Ini Terbayang Video 19 Detik Gisel Bersama Nobu di Hotel Medan

Menurut Mursyid, sampai saat ini belum ada penelitian ilmiah yang menyatakan ada hubungan bahwa vaksin menyebabkan stroke pendarahan otak.

"Ini perlu kita klarifikasi tidak ada hubungan stroke pendarahan otak dengan vaksin Covid-19," jelas Mursyid.

Mursyid menuturkan, penyebab terjadi stroke pendarahan otak adalah terjadi saat tidak kuatnya pembuluh darah di otak menahan tekanan darah yang tinggi sehingga ada kebocoran.

"Sudah ada potensi untuk bocor atau pecah, yang waktu tertentu tekanannya meningkat tidak kuat lagi menahan sehingga pembuluh darah itu pecah sehingga mengganggu fungsi otak di sekitarnya," jelas Mursyid Bustami.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved