Berita Pangkalpinang
Tim FF Babel: Free Fire Tak Sekedar Permainan, Bisa Berprestasi Hingga Hasilkan Penghasilan
Tak hanya memenangkan pertandingan di tingkat provinsi, baru-baru ini mereka berhasil mendapatkan posisi untuk berlaga di Pekan Olahraga Nasional(PON)
Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: khamelia
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dari hobi bisa menjadi prestasi yang tak terduga.
Begitulah yang dirasakan para atlet Tim Free Fire (FF) Bangka Belitung di bawah naungan E-Sport Indonesia (ESI) Bangka Belitung.
Tak hanya memenangkan pertandingan di tingkat provinsi, baru-baru ini mereka berhasil mendapatkan posisi untuk berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.
Dari seluruh provinsi di Indonesia yang ikut saat Pra PON, hanya ada 11 provinsi yang lolos saat itu.
Adapun nama atlet Tim FF Babel naungan ESI Babel yang akan berlaga Rullie, Fergian, Andrian (siswa SMK Bakti) dan Ahmad Egy Fauzan (SMAN 2 Pangkalpinang).
"FF ini masuk game e-sport, ada tiga macam jenis, untuk FF merupakan game strategi, perang dan siapa pun bisa memainkan ini, baik anak-anak, remaja hingga dewasa," ujar Ketua E-Sport Indonesia (ESI) Bangka Belitung Imam Santoso, Sabtu (25/9/2021).
Dalam suatu pertandingan biasanya terdiri dari satu tim yang berisi 4 orang yang turun di suatu tempat, dan mengambil perangkat untuk perang serta alat bantu lain.
Selesai itu, mereka bergerak mencari musuh dengan durasi permainan 20-25 menit.
"Di Babel banyak sekali tim dan ribuan atlet FF, bisa dilihat dari berbagai komunitas yang ada, karena peminat memang luar biasa.
E-sport ini sangat menjanjikan, dalam artian sisi banyaknya pertandingan yang digelar baik itu turnamen daerah, nasional dan internasional," katanya.
Dia tak menutup kemungkinan, atlet asal Bangka Belitung dapat bertanding di tingkat internasional minimal Asia karena semua punya peluang.
"ESI nanti akan terpusatkan, kita sediakan game house, untuk player game yang berada di naungan ESI untuk bertanding antar provinsi," katannya.
Ditekankan Imam, FF ini tak hanya sekedar permainan saja, pasalnya ini merupakan wadah untuk mendapatkan keuntungan.
"Karena bisa juga untuk mereka mencari uang dari hadiah dari suatu pertandingan, gamer ini memfasilitasi streaming di Youtube, mereka dapat penghasilan bulan, mereka bisa saja direkrut tim nasional, tidak menutup kemungkinan bisa saja.
Kalau sudah direkrut oleh e-sport divisi 1 Indonesia, bisa dapat gaji bulanan belasan hingga puluhan juta, belum lagi bonus dan kontrak dengan iklan, jadi dunia e-sport sangat menjanjikan dari segi bisnis," katanya.
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210925-atlet-dari-tim-ff-dalam-naungan-esi-babel3.jpg)