Breaking News:

Sekoci KMP Musi 1 Terbalik

Hilangnya ABK KMP Musi 1, Tim Gabungan Hentikan Pencarian Korban Purwo Wijatmiko

Tim gabungan  kini menghentikan operasi pencarian, terhadap ABK KMP Musi 1 yang hilang di Perairan Tanjung Kalian pada Senin (20/9/2021) lalu.

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/Dokumentasi
Tim gabungan melanjutkan proses pencarian satu ABK KMP Musi 1 di Perairan Tanjungkalian Muntok, Selasa (21/09/2021). 

"Iya berdasarkan perintah dari Kakansar Pangkalpinang Bapak Fazli, diteruskan kepada saya dan tim operasi SAR kita tutup. Kita lanjutkan dengan cara pemantauan, diteruskan ke srop-srop stasiun radio pelabuhan untuk dimapelkan ke kapal-kapal atau nelayan yang melintas di perairan Tanjung Kalian Muntok," tutur Maradi.

Lebih lanjut terkait usaha penyelaman, Maradi mengatakan kesulitan untuk melakukan hal tersebut dikarena beberapa faktor yang membahayakan penyelam.

"Kalau untuk penyelaman tidak memungkinkan, karena arus kencang dan disamping kanan kiri dermaga itu ada teritip teritip yang tajam dan itu takutnya berisiko buat para penyelamnya," ungkapnya.

Lebih lanjut untuk Call Center Basarnas Bangka Belitung, yakni 115 guna mempermudah nelayan untuk menginformasikan jika ada informasi lebih lanjut terhadap korban.

Untuk kejadian bermula pada Senin (20/09/2021) sekitar pukul 18.30, saat kelima ABK berniat kembali ke Kapal KMP Musi 1 yang lego jangkar di depan Pelabuhan Kapal Cepat Express Bahari.

Namun nahas setengah perjalanan saat air laut sedang pasang, sekoci yang mereka tumpangi diterjang gelombang tinggi hingga terbalik dan tenggelam.

"Mereka melakukan penyelamatan diri dengan membentuk lingkaran, terombang-ambing kurang lebih satu jam dan mengalami kelelahan. Beruntung adanya kapal nelayan yang lewat, dengan niatan berteduh dari gelombang dan segera melakukan pertolongan," jelas AKP Candra.

Nahas saat dilakukan upaya pertolongan oleh nelayan, masinis 1 yakni Jatmiko terlepas dari rombongan ABK kapal sehingga dinyatakan hilang.

"Mereka ini ada setengah sampai satu j lah berada di air terombang-ambing, mungkin karena kelelahan jadinya terlepas karena mereka sempat berpengangan. Satu persatu mereka berhasil ditolong, namun Masinis 1, Jatmiko tidak terlihat lagi," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved