Breaking News:

Jumlah Orang Dirawat Karena Covid-19 di Babel Menurun

Jumlah orang yang menjalani perawatan, isolasi maupun karantina karena terpapar Covid-19 di Bangka Belitung (Babel) mengalami penurunan

Editor: rusmiadi
Satgas Penanganan Covid -19 Bangka Belitung
Grafis kasus Covid-19 di Bangka Belitung 

BANGKAPOS.COM - Jumlah orang yang menjalani perawatan, isolasi maupun karantina karena terpapar Covid-19 di Bangka Belitung (Babel) mengalami penurunan, hingga Sabtu (25/9/2021) mencapai 1.136 orang

Sebaran dari 1.136 orang ini dari Kota Pangkalpinang 245 orang, Kabupaten Bangka 295 orang, Kabupaten Bangka Tengah 160 orang, Kabupaten Bangka Barat 72 orang, Kabupaten Bangka Selatan 77 orang, Kabupaten Belitung 78 orang, Kabupaten Belitung Timur 209 orang.

“Dibandingkan dengan kemarin, orang yang sedang atau masih dalam perawatan dan penanganan hari ini terjadi penurunan yakni 2,23 persen,” ujar Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Babel, Andi Budi Prayitno, Sabtu (25/9/2021).

Sedangkan yang dinyatakan bebas dari Covid-19 setelah selesai menjalani perawatan, isolasi mandiri dan karantiana sebanyak 133 yang sebaranya di Kota Pangkalpinang 23 orang, Kabupaten Bangka 11 orang, Kabupaten Bangka Tengah 23 orang, Kabupaten Bangka Barat 9 orang, Kabupaten Bangka Selatan 29 orang, Kabupaten Belitung 12 orang dan Kabupaten Belitung Timur 26 orang

Adanya penambahan 133 orang yang selesai menjalani isolasi, lanjut Andi, maka persentase tingkat orang yang selesai isolasi dan dinyatakan sehat dari Covid-19 di Babel meningkat dibandingkan dengan kemarin, yakni 95,05 persen.

Lebih lanjut Andi mengatakan, untuk perkembangan kasus baru pada hari Sabtu ada 59 orang terkonfirmasi Covid-19, dengan demikian secara kumulatif sudah mencapai 50.940 orang.

Sementara kasus yang dinyatakan sembuh atau selesai menjalani isolasi bertambah sebanyak 133 orang, secara kumulatif 48.420 orang. Lalu meninggal dunia sebanyak 6 orang secara kumulatif 1.384 orang.

“Kesiapsiagaan daerah terutama dalam melakukan tracing, testing, dan treatment yang agresif dan masif dalam merespon kasus Covid-19 merupakan kunci untuk mengendalikan kasus,” ujar Andi.

Ia berharap kenaikan kesembuhan harus terus ditingkatkan hingga mencapai target signifikan, sehingga lebih tinggi dari kasus baru dengan terus melakukan tidak hanya peningkatan tracing, dan testing dengan penyelidikan epidemiologi (PE) yang lebih serius untuk mengidentifikasi klaster-klaster penularan, namun juga treatment khususnya penyediaan fasilitas isolasi terpusat atau terpadu dan kualitas pelayanan kesehatan, agar kesembuhan dapat ditingkatkan dan kematian dapat dicegah serta diminimalisasi (*)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved