Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Petugas Gabungan Razia Pengunjung Kafe yang Belum Vaksin, 68 Orang Tak Dapat Tunjukkan Sertifikat

Satu per satu pengunjung hingga pegawai kafe di Pangkalpinang Kepulauan Bangka Belitung diperiksa sertifikat vaksin Covid-19

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: khamelia
(Bangkapos/Cepi Marlianto)
Seorang perempuan pengunjung kafe di Pangkalpinang saat dilakukan suntik vaksin jenis Sinovac. Mereka divaksin ketika tidak bisa menunjukan sertifikat vaksin Covid-19 saat berkunjung ke kafe, Sabtu (26/9/2021) malam. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Satu per satu pengunjung hingga pegawai kafe di Pangkalpinang Kepulauan Bangka Belitung diperiksa sertifikat vaksin Covid-19 oleh Tim Gabungan, Sabtu (26/9/2021) malam.

Setidaknya ada tiga kafe yang menjadi sasaran razia tim gabungan dari TNI-Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, hingga Dinas Perhubungan Kota Pangkalpinang, yakni Kedai 8 dan Indigo Lounge, Tela Kopi serta La Banca.

Saat tim gabungan masing-masing tiba di tiga lokasi tersebut, puluhan petugas dari Satpol PP Kota Pangkalpinang langsung melakukan penghadangan di pintu masuk maupun keluar guna mencegah pengunjung yang belum vaksin keluar dari area.

Mereka yang tidak bisa menunjukan sertifikat vaksin melalui aplikasi peduli lindungi akan langsung diarahkan ke posko yang telah disediakan petugas untuk segera melakukan vaksinasi Covid-19.

Dari tiga kafe tersebut sebanyak 68 orang terjaring razia karena belum tervaksinasi. Razia ini sendiri baru dilakukan perdana pada malam itu.

Seorang pengunjung yang terkena razia tim gabungan Riko Ardiyansah (26) mengaku, dirinya tak mengetahui jika petugas akan melakukan razia vaksin Covid-19.

Menurut pria 26 tahun ini, biasanya petugas hanya melakukan razia masker maupun melakukan tes usap antigen massal. Tapi kali ini justru sebaliknya para pengunjung harus melakukan vaksinasi Covid-19 menggunakan jenis vaksin Sinovac.

“Saya memang baru pertama kali vaksin, tidak merasakan efek apa-apa. Tetapi sudah merasakan ngilu lengan tangan bagian kiri,” kata dia kepada Bangkapos.com.

Riko mengatakan, dirinya memang tidak mau melakukan vaksin Korona sebelumnya dikarenakan memiliki penyakit bawaan atau komorbid asma. Seperti yang dia ketahui, orang yang memiliki penyakit bawaan tidak dapat menerima suntikan vaksin.

“Dulu tidak boleh divaksin yang punya penyakit bawaan. Terus sekarang boleh divaksin, jadi saya bingung kok bisa. Saya dulu tidak mau vaksin karena ada riwayat penyakit bawaan. Terus waktu di sini terjaring razia vaksin dan ternyata bisa divaksin, saya ikuti saja,” beber Riko.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved