Breaking News:

Terancam Gagal Bayar Utang Rp 400.000 Triliun, Ini Dampak 'Mengerikan' yang Intai Amerika Serikat

Perusahaan jasa keuangan Moody's Analytics memperingatkan bahwa jika AS gagal membayar utang, negara tersebut terancam jatuh

Editor: Iwan Satriawan
kontan.co.id
Ilustrasi utang luar negeri 

BANGKAPOS.COM-Negeri 'Paman Sam' ternyata terlilit utang lebih dari Rp 400.000 triliun dan terancam gagal membayar utangnya pada Oktober.

Jika benar-benar gagal membayar utang, bahaya besar mengintai Amerika Serikat

Padahal, perekonomian AS sedang berupaya pulih dari Covid-19.

Perusahaan jasa keuangan Moody's Analytics memperingatkan bahwa jika AS gagal membayar utang, negara tersebut terancam jatuh ke jurang resesi.

Bahkan, perusahaan tersebut memperingatkan resesi yang dialami AS kali ini bakal lebih mengerikan dibandingkan Great Recession.

Great Recession atau Resesi Hebat merupakan resesi ekonomi yang dipicu di Amerika Serikat oleh krisis keuangan 2007-08 dan dengan cepat menyebar ke negara lain.

Baca juga: Terbaru 2021, Ini Aturan Batas Usia Pensiun ASN, dari PNS, TNI hingga Polri

Dimulai pada akhir 2007 dan berlangsung hingga pertengahan 2009, itu adalah penurunan ekonomi terlama dan terdalam di banyak negara, termasuk Amerika Serikat, sejak Depresi Hebat (1929-1939).

Krisis keuangan, kontraksi parah dari likuiditas di pasar keuangan global, dimulai pada tahun 2007 sebagai akibat dari pecahnya gelembung perumahan AS.

Sejak tahun 2001, penurunan berturut-turut dalam suku bunga utama (suku bunga yang dibebankan bank kepada pelanggan “prima” atau berisiko rendah) telah memungkinkan bank untuk mengeluarkan pinjaman hipotek dengan suku bunga lebih rendah kepada jutaan pelanggan yang biasanya tidak memenuhi syarat untuk itu.

Baca juga: Inilah Daftar Gaji Terbaru PNS Lengkap dengan Gaji Pensiunan Beserta Janda dan Duda PNS

Dari awal resesi pada bulan Desember 2007 hingga akhir resminya pada bulan Juni 2009, produk domestik bruto (PDB) riil—yaitu, PDB yang disesuaikan dengan inflasi atau deflasi— menurun sebesar 4,3 persen, dan pengangguran meningkat dari 5 persen menjadi 9,5 persen, memuncak pada 10 persen pada Oktober 2009.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved