Breaking News:

Berita Advertorial

Gali Potensi Lulusan Pendidikan Vokasi, BBPPMVP Tingkatkan Kemitraan dengan IDUKA Bangka Belitung  

 Guna membangun kemitraan antara pendidikan vokasi dengan Industri, Dunia Usaha dan Dunia Kerja (IDUKA) hingga menggali potensi lulusan yang dapat dim

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Tangkapan Layar Kepala BBPPMVP Bidang Bangunan dan Listrik Kementerian Direktorat Pendidikan Vokasi, Kemendikbud Ristek, Rasoki Lubis. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Guna membangun kemitraan antara pendidikan vokasi dengan industri, dunia usaha dan dunia kerja (IDUKA) hingga menggali potensi lulusan yang dapat dimaksimalkan di Bangka Belitung, Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMVP) Bidang Bangunan dan Listrik menggelar rapat koordinasi.

Rapat koordinasi kemitraan atau link and match tersebut dilakukan di Santika Hotel Bangka selama dua hari kedepan. Rapat tersebut juga dibuka langsung oleh Sekretaris Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Henri Togar Hasiholan Tambunan melalui zoom, Selasa (28/9/2021) petang.

Henri Togar mengatakan, kegiatan ini sangat penting dilakukan guna meningkatkan kemitraan antara pendidikan vokasi seperti SMK, Politeknik dengan IDUKA yang ada di Provinsi Bangka Belitung. Sehingga kedepannya bisa kita siapkan dalam menghadapi era globalisasi yang persaingannya akan semakin ketat.

“Karena ini sebagai tanggung jawab kita untuk menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, siap bekerja dan siap membuka lapangan kerja baru. Ini merupakan tujuan dari satuan pendidikan vokasi,” kata dia.

Henri menyebut, seperti diketahui bersama berdasarkan riset pada 2030 mendatang ada sekitar 23 juta pekerja akan digantikan otomasi atau berisiko hilang. Seperti yang bersifat repetisi atau berulang-ulang seperti data entry, operator mesin dan sebagainya yang akan digantikan oleh mesin.

Akan tetapi kabar bagusnya, ada peluang sekitar 27-46 juta pekerjaan baru di sektor kesehatan, produksi hingga manufaktur yang akan diisi oleh lulusan pendidikan vokasi.

Dia menambahkan, memang saat ini berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pengangguran dari kalangan SMK masih cukup tinggi lantaran terjadi pengurangan pekerjaan. Selain itu, tenaga kerja yang hanya berpendidikan sebatas SD juga masih menjadi tantangan saat ini.

“Ini merupakan tantangan bagi kita. Memang masih sebagian besar adalah SD ke bawah kemudian disusul dengan sekolah menengah dan untuk diploma dan sarjana masih cukup kecil dalam bentuk piramida,” papar Henri.

Sementara itu, sambungnya, dunia industri maupun dunia kerja saat ini butuh sumberdaya manusia   yang kompeten. Artinya, tidak hanya mengandalkan ijazah saja untuk dapat bekerja, melainkan juga kemampuan. Inilah yang membuat adanya gap antara yang dibutuhkan oleh industri dari sisi demand dan dari supply.

“Nah saat ini kita merubah paradigma itu, bagaimana memenuhi apa yang diinginkan oleh industri. Inilah yang menjadi tanggung jawab kita. Kita harus berani mengatakan kepada dunia usaha dan dunia industri anda butuh apa kami akan siapkan,” jelas Henri.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved