Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Rapat Banggar APBD 2022, Pendapatan Daerah Dibahas Alot Hingga Tiga Hari Berturut

Rapat Banggar terkait rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Babel 2022 berjalan alot.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: El Tjandring
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung, Amri Cahyad usai rapat banggar. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Rapat Badan Anggaran (Banggar) terkait rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022 dibahas dengan alot.

Pasalnya, rapat yang dihadiri anggota Banggar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Belitung dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) ini sudah digelar selama tiga berhari berturut-turut dari tanggal 27-29 September 2021.

"Bahwasanya tiga hari ini kami badan anggaran, rapat bersama TAPD, membahas KUA PPAS APBD 2022. Dalam tiga hari ini kami belum bisa memgambil keputusan bersama, mengingat banyak hal yang kami bahas dan hal yang dimintai pendapat baik dari DPRD dan banyak pertanyaan juga dari TAPD terhadap kinerja OPD pemprov," ujar Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung, Amri Cahyadi, Rabu (29/9/2021).

Dari pembahasan rapat selama tiga hari, mereka hanya bisa menyepakati dalam hal pendapatan, sedangkan belanja dan pembiayaan akan dilakukan rapat kembali menjelang jadwal badan musyawarah (banmus) mendatang.

"Adapun yang kami sepakati, tema APBD 2022 adalah percepatan pemulihan ekonomi daerah dan kesehatan masyarakat. Kami mendapat informasi dari BPS, berdasarkan rilis meningkat dan ditargetkan di akhir 2021 berkisar 3,2 persen sehingga kami bersepakat memproyeksikan atau target untuk pertumbuhan year on year 3,5 -4 persen," kata Amri.

Menurutnya, apabila pertumbuhan ekonomi meningkat maka ada dua hal yang dapat ditekan yakni angka kemiskinan dan angka pengangguran.

"Itu yang kita harapkan, ini juga mempertimbangkan laporan dari dinas kesehatan kondisi penyebaran Covid-19 sudah melandai, kami harap kita tetap waspada, menjaga-jaga takut ada varian baru dan sebagainya," katanya.

Untuk itu, maka anggaran kesehatan tetap menjadi prioritas dalam rancangan KUA PPAS APBD 2022 mendatang.

"Anggaran kesehatan yang harusnya alokasi minimal 10 persen, saat ini kita sepakati sudah hampir 13 persen. Berikut juga tidak hanya pencegahan seperti tracking dan tracing, kami juga menekankan untuk mempersiapkan bantuan sosial, khususnya bagi yang terdampak Covid-19 dan tidak mampu," jelasnya.

Sebelum berbicara belanja daerah, DPRD Bangka Belitung meminta pendapatan daerah dioptimalkan.

Halaman
12
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved