Breaking News:

Jadi Buron Tipikor Kejari Belitung 18 Bulan, Fajar Ditangkap di Jakarta

Seorang terpidana korupsi, Mohammad Fajar Fitria (32), ditangkap Tim Adhyaksa Monitoring Center Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: nurhayati

BANGKAPOS.COM -- Seorang terpidana korupsi, Mohammad Fajar Fitria (32), ditangkap Tim Adhyaksa Monitoring Center Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia.

Fajar diamankan Tim Kejagung di kediamannya di kawasan Pulo Gerbang Permai, Jakarta Timur, DKI Jakarta pada hari Selasa 28 September 2021 kemarin.

Mengenakan baju tahanan berwarna oranye nomor 04, celana jeans warna krem dilengkapi dengan masker yang menutupi hidung dan mulutnya serta kedua tangannya diborgol, Fajar tiba di Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (30/9/2021) sekitar pukul 11.50 WIB.

Dia dibawa menggunakan mobil tahanan tipikor Kejaksaan Negeri Pangkalpinang dengan pengawalan kepolisian bersenjata lengkap usai tiba di Bandara Depati Amir Pangkalpinang, dari Jakarta.

Seperti yang diketahui Fajar merupakan Kepala Cabang PT Delima Agung Utama, Jawa Timur disebut merupakan terpidana kasus tindak pidana korupsi kegiatan pembangunan gedung kantor dinas pendapatan daerah Kabupaten Belitung tahun anggaran 2015 silam.

Asisten Intelijen Kejati Bangka Belitung, Johnny William Pardede mengatakan, bahwa kerugian negara yang ditimbulkan oleh korupsi ini mencapai Rp179.957.409.39.

Pada awalnya untuk melaksanakan kegiatan tersebut dibuat surat perjanjian kontrak Nomor 08/PPK/GK/DIPENDA/2015 tanggal 24 Juni 2015 dengan waktu pelaksanaan selain 180 hari kalender, terhitung sejak tanggal 24 jun 2015 sampai dengan 21 Desember 2015.

Menjelang berakhirnya masa kontrak PT Delima Agung Utama tidak dapat menyelesaikan pekerjaan, sehingga PPK melakukan pemutusan kontrak dengan progres pekerjaan mencapai 40,28 persen atau sebesar Rp2.895.875.000. Namun perhitungan tersebut dilakukan tidak sesuai dengan pekerjaan yang dilaksanakan

Sementara itu Kepala Kajari Belitung, IG Punia Atmaja menyebut, Jaksa Eksekutor Kejari Belitung sempat melakukan pemanggilan sebanyak tiga kali berturut-turut kepada Fajar mulai dari 9 Januari, 19 Februari sampai I9 Maret 2020. Namun, terpidana tidak datang memenuhi panggilan.

Oleh karenanya yang bersangkutan dimasukan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) akhirnya berhasil diamankan ketika pencarian diintensifkan bekerjasama dengan Tim Tangkap Buron Kejagung.

Akhirnya terpidana dimasukan kedalam DPO per tanggal 30 Maret 2020.

Dengan begitu, ujar Punia, Fajar akan kembali masuk hotel prodeo guna menjalani sisa hukumannya selama satu tahun di Lapas Kelas II A Pangkalpinang. (Bangkapos/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved