Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Serap Keluhan Penambang, Anggota DPRD Babel Ini Minta PT Timah Naikan Harga Beli Timah

Harianto tak memungkiri semakin tingginya harga timah dunia, membangkitkan aktivitas tambang ilegal yang dilakukan oleh masyarakat.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: El Tjandring
Istimewa
Anggota DPRD Bangka Belitung, Harianto 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Anggota DPRD Bangka Belitung, Harianto tak memungkiri semakin tingginya harga timah dunia saat ini, membangkitkan aktivitas tambang ilegal yang dilakukan oleh masyarakat.

Di sisi lain, legislator ini ikut merasa prihatin saat mendengar keluhan warga terkait harga timah yang dibeli dirasa kurang sesuai.

Di sisi lain, Dia juga miris melihat aktivitas tambang yang masih dilakukan secara ilegal oleh warga.

Keluhan tersebut diserapnya saat meninjau langsung salah satu lokasi pertambangan yang berada di beberapa wilayah Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Selatan dan Bangka.

"PT Timah merupakan perusahaan pelat merah ternama (BUMN), yang seharusnya selalu siap memberi payung hukum serta legalitas agar para penambang bisa bekerja dengan tenang. Fakta yang terjadi di lapangan, para penambang yang beraktivitas di lokasi IUP tersebut enggan untuk mengurus perizinan guna melegalkan aktivitas tambang yang dilakukan dan menjadi mitra resmi," ujarnya dalam rilis, Kamis (30/9/2021).

Dia bahkan mengatakan, dari keluhan warga bahwa penambang lebih memilih jalur ilegal dikarenakan PT Timah membeli harga timah lebih murah jika dibandingkan dengan penampungan liar.

Dia menambahkan, perbincangan dengan penambang lainnya, disampaikan sebelum ini pada Februari 2021 PT Timah menetapkan harga 210.000 / sn disaat harga logam dunia 24.000 dengan nilai tukar USD 14.000.

September ini kala harga logam dunia sempet mencapai angka 36.000 dengan nilai tukar USD yang sama tidak dapat dipungkiri terjadi kenaikan harga logam dunia yang sangat signifikan.

"Tetapi disayangkan hingga sekarang belum ada kebijakan yang dilakukan BUMN ini untuk menaikan harga beli kepada para penambang.

Kondisi seperti ini sangat dikhawatirkan akan menimbulkan terjadinya penyelundupan timah melalui jalur ilegal. Sehingga mengakibatkan kerugian negara serta pendapatan untuk daerah Bangka Belitung. Sangat disayangkan kalau ini benar sampai terjadi," kata Harianto.

Politisi Partai Golkar ini meminta sudah waktunya PT Timah mempertimbangkan harga yang ditetapkan.

Pasalnya sebagai perusahaan BUMN yang berpusat di Bangka Belitung, sudah seharusnya kesejahteraan masyarakat setempat menjadi pertimbangan utama.

"Saya sangat mengharapkan PT Timah dapat lebih pro kepada Babel. Dengan mengambil kebijakan untuk menaikkan harga pembelian biji timah dari penambang, pastinya perekonomian disini juga akan lebih baik dan taraf hidup masyarakat Bangka Belitung akan ikut meningkat," katanya.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved